Film Perahu Kertas 「Preview」

Lirik OST Perahu Kertas
Penyanyi: Maudy Ayunda

Perahu Kertasku kan melaju
membawa suratsurat dariku
Katakata yang sedikit gila
tapi ini adanya

Perahu Kertas mengingatkanku
betapa ajaib hidup ini
Mencaricari tambatan hati
kau sahabatku sendiri

Hidupkan lagi mimpimimpi (cintacinta) citacita (cintacinta)
yang lama kupendam sendiri
Berdua kubisa percaya

Kubahagia
kau telah terlahir di dunia
dan kau ada
di antara milyaran manusia
dan kubisa
dengan radarku
menemukanmu

Tiada lagi yang mampu berdiri
halangi rasaku
cintaku padamu

Kubahagia
kau telah terlahir di dunia
dan kau ada
di antara milyaran manusia
dan kubisa
dengan radarku
menemukanmu

Kiranya, kalok ada film adaptasi novel lokal yang gua udah tunggu kehadirannya, pastilah itu film Perahu Kertas. Gusti, akhirnya engkau ijabah juga doaku. Alhamdulillah, yah.

Bicara soal film adaptasi, ga bisa dinafikan bahwa perbandingan demi perbandingan antara kedua media (novel en film) akan terjadi. Apakah filmnya akan se-riil bayangan kita sewaktu ngebaca itu cerita? Dan apakah pemeran-pemerannya se-ekspeks imaji kita akan karakter yang mereka bawakan? Dan bagaimana pula jadinya film ini keseluruhan kisahnya saat dikomandani oleh sutradara sohor, Hanung Bramantyo, yang mana telah menelurkan salah-dua film favorit gua: Catatan Akhir Sekolah (2005) dan Jomblo (2006)?

Hanung Bramantyo, ga salah lagi. Namanya udah sering ketayang di bagian akhir credit title sebagai sutradara pilem yang baru selese tayang. Buah pikirannya udah kepake di banyak pilem bagus. Pilemnya udah kesiar di seantero bioskop-bioskop 21 en XXI. Gua berharap sajiannya kali ini akan memberikan kesan yang berbeda dari pilem-pilem lokal lainnya.

Entah kenapa mendengarkan original soundtrack lagu ini ngebikin gua hanyut kembali pada masa-masa 2009-an dulu, saat gua baru berkenalan dengan dongeng ciptaan Dee ini. Serasa tersihir, melihat (membaca) kembali ceritera kawula muda yang sungguh-sungguh memabukkan gua kala itu. Pertama kalinya gua terpesona dengan gaya Dee yang ringan, unik, dan ajaib. Gua pun tak sudi untuk tidak membacanya sampai tamat sesegera mungkin.

Novel Perahu Kertas merupakan salah satu kisah favorit gua. Hahaha keliatan mudanya ya gua :mrgreen:

Sudut pandang yang dibuat sang “sutradara” Dee begitu memukau! Dan jangan lupakan diksi yang dipilah-pilah sang pencipta Serial Supernova ini. Gila luar biasa! Kreasi cerita yang sederhana nan ringan ini menjadi wujud yang spektakuer. Apalagi ditambah dengan kemampuan imaji yang terlukis dengan persisten, kisah Perahu Kertas rupanya bisa disebut sebagai masterpiece. Berlebihan, memang…tapi ini adanya.

Dengan rekacipta yang teramat ajib di novelnya, wajar kalok ekspektasi gua berlebih di pilemnya. Palagi dengan polesan tangan dingin Hanung, rasanya angan akan kisah Kugy en Keenan ini akan dramatis. Gua amat menantikannya!

Ada satu pertanyaan yang sedari awal kebat-kebet Perahu Kertas yang rada mengganggu kenikmatan gua saat ngebacanya. Dalam membaca kisah fiksi, pembaca tentunya punya acuan dan pemahaman yang berbeda dari apa yang tersaji di sana. Tul gak? Perbedaan itu asalnya dari pengalaman baca yang berbeda, lingkungan yang berbeda, serta elmu masing-masing kita dapat yang berbeda pula. Ptraktis outputnya (hasil olah-pikir) kita berbeda.

Ini terkait pelafalan nama orang. Oke, mungkin ini simpel, sederhana banget. Ga penting bagi sebagian orang. Tapi, bagi gua, ini penting, sodara-sodara. Tentang penyebutan/pelafalan nama tokoh utama di kisah ini. Gua mau tanya sama elu-elu semua: dalam nama Keenan, dengan apakah elu melafalkannya? Dengan lafal /kénan/ (fonem “e” yang sama dalam kata kéték) atau /kinan/?

Hah? Ga tau? Bingung? Eh, baru ‘ngeh?

Dalam bahasa Indonesia, dua fonem <e> tak pernah dijejerkan langsung. Pastilah setelah itu fonem selain <e>. Sederhananya, nama Keenan bukan nama yang lazim. Hanya satu nama yang terpatri dalam ingatan gua: Keenan Nasution. Dan pelafalannya adalah /kenan/, sejauh apa yang gua dengar dari orang-orang.

Loh, trus kenapa ragu?

Kenapa gua meragukan dilafalkan dengan lafal yang tadi…ya karena nama dengan dua “e” ga gitu familier dalam penamaan orang. Kecuali beda suku kata dalam afiksasi, itu emang ada banyak. Maka, pelafalan itu bisa membingungkan. Palagi dalam cerita novel itu, Keenan punya darah indo. Produk campuran. Bisa jadi ide diciptakan namanya itu berasal dari luar negeri. Dan nama atawa kata dari luar negeri (kebanyakan bahasa Inggris, sih) biasanya mengkhianati wujud abjad itu sendiri alias pelafalannya berbeda dari tulisannya. Maka /kinan/ bisa menjadi tercurigai sebagai pelafalan dari nama Keenan. Anyway, gua lebih prefer nyebut doi dengan nama /kenan/.

Perlu ditilik lagi, bagaimana para pemain Perahu Kertas memunculkan karakter-karakternya. Apakah Maudy Ayunda akan seunik dan semenarik Kugy? Apakah Adipati Dolken sekeren dan se-gentle Keenan? Akankah Noni secerewet yang ada di novel saat diperankan oleh Sylvia Fully Rahaesita?Lalu, apakah bisa Fauzan Smith ini memerankan Eko yang gayanya amat konyol itu? Dan Reza Rahardian…? Ah, manusia yang satu ini sering kali nongol di layar lebar bioskop lokal kita. Bisakah ia menjadi Remi yang bagi gua rasanya tergolong sosok yang too good too be true? Ah, mari kita sama-sama menantikannya.

Anyway, pilem Perahu Kertas akan berlayar pas Lebaran tahun ini. Semoga ekspektasi gua terlampaui oleh hasil jerih payah tim Perahu Kertas The Movie. Dan akhir kata, selamat menunggu! :mrgreen:

About these ads

6 comments

  1. Sepakat! Saya juga sangat menantikan film ini. Tadinya saya pikir film yang saya tunggu-tunggu tayangnya di tahun ini cuma Breaking Dawn – Part 2. Namun ketika saya mendengar kepastian tentang Perahu Kertas yang ‘jadi’ diangkat ke layar lebar, maka prioritas saya segera berubah. Bahkan demi menunjukkan ketertarikan saya yang luar biasa terhadap film ini, saya sudah merencanakan untuk cuti pada tanggal 16 Agustus nanti.

    Sebelum nama-nama pemain Perahu Kertas The Movie di-share, saya sempat mereka-reka siapa-siapa saja yang cocok memerankan tokoh-tokoh yang ada. Sempat juga tweet ke Dee, untuk ngasih usulan. Tentu saja versi saya pribadi. Dan ternyata tidak ada satupun yang sesuai dengan tebakan saya, hehe..

    Oya, menyangkut nama-nama tokohnya.. Menurut saya, Keenan akan dilafalkan sebagai Kinan, sama dengan anak sulung Dee. Kalau tidak salah, Keenan adalah nama kuno dalam bahasa Inggris. Artinya kurang lebih laki-laki yang kuat.

    Akhir kata, let see… Kita bahas lagi nanti setelah nonton film-nya. See u…

    1. Aah, akhirnya nemu kawan yang suka cerita Perahu Kertas jugaa!
      Iya, menyoal pelafalan Keenan, trailer Perahu Kertas memberikan clue. Mereka menyebutnya: Kinan :-D
      Senang bisa berkorespondensi dengan kawan virtual tentang suatu hobi :-)
      Mari kita tunggu, dan kembali bertukar pikiran. :mrgreen:

  2. Gw paling gak setuju pemeran kugy dimainkan oleh maudy,emg maudy kecil??? Panggilan keenan ke kugy tu kecil,dari sini aja jelas bgt jauh dari khayalan gw,,dan gw harap film ini ga melenceng jauh dari novelnya…

    1. Sama!
      Ayunda dalam hal ini ga bisa leading (pemegang kendali) dalam film. Padahal Kugy itu punya aura kuat sebagai pengendali arah alur film. Sedang Ayunda–gua pikir–macam karakter kedua atau ketiga (bukan figuran).
      Yew, semoga Hanung bisa melebihi imajinasi Dee.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s