Kelulusan

21 July 2009 § Leave a comment

Kelulusan sudah di depan mata. Hari-hari sebagai manusia terpelajar nyaris melewati masa kadaluarsanya. Impian, cita-cita, tekad, dan kerja keras. Mereka akan memulai hidup barunya tidak sekedar sebagai ucapan omong kosong belaka. Mulai sekarang, tanggung jawab besar akan dipikul pada tiap-tiap calon pemimpin bangsa. Tidak hanya terpaku pada teori bermimpi indah tanpa  realisasi yang nyata. Menghayal mendapat kemudahan meraih cita setinggi langit tanpa berani memperjuangkan prinsipnya di depan orang yang ia sayangi.

Kita sebagai manusia-manusia terpilih, harapan dari 200-an juta rakyat & teman tercinta haruslah berbuat banyak. Tidak lagi memikirkan bagaimana menimbun makanan ke dalam perutnya sendiri. Itu lebih dari sekedar egois. Saatnya berbuat banyak bagi orang banyak, bagi orang-orang yang kita cintai, bagi orang di sekitar kita, dan bagi orang-orang yang hidup di bumi.

Tidak pernah gue bayangkan kehidupan ini begitu sempit. Hanya untuk sesuap nasi di mangkuk kotornya. Hanya berfikir untuk sukses pada dirinya. Terlebih bagi mereka yang bahkan sukses pun tak mau tahu. Hidup-makan-boring-tidur-nonton-bete-tidur-ko’it. Lebih daripada memberi sayur bayam untuk kaktus yang meranggas, tenggorokan gue tercekat mendapati bahwa hanya dari air yang hina dan bangkai kotoran saja orang jahat bisa terlihat seputih embun. Hal-hal aneh semacam pesawat terbang bisa mengangkasa di udara sangat mudah kita jumpai kalau saja kita mau melihat dengan mata kita yang lain. Mata yang lebih bersih.

Sudah saatnya kita bisa berguna bagi bangsa. Sudah saatnya kita mempunyai tekad dan nasionalisme yang keras. Perasaan-perasaan ragu kepada kaum tua yang menggerogoti semangat muda haruslah kita berangus habis. Bukan saatnya terus mengandalkan mereka yang telah lama mengalah kepada keniscayaan. Realitas adalah sesuatu yang mudah dibuat, bahkan oleh pecundang. Lain halnya bila pemuda yang berkata. Sesuatu yang orang purba hanya bisa khayalkan adalah nyata dilakukan bagi mereka. Mimpi zaman lalu adalah realitas di masa kini. Dan kebanyakan dari orang lama itu hanya menyalahkan peluang yang tak kunjung datang. Bukankah kesempatan itu ada hanya karena kita yang membuatnya? Bukankah banyak bicara tanpa banyak berbuat adalah makna dari tong kosong nyaring bunyinya? Dan [yang mirisnya] mengapa lebih banyak mereka yang baru lulus hanya terpaku untuk menjadi orang kaya dan berkecukupan? Ha, kepuasan apa kira-kira di dalamnya? Banyak uang kah? Punya mobil untuk have fun kah? Apakah ini arti hidup? Hohoho. Kita mempunyai akal. Manusia punya akal. Dan cara memakai akal inilah yang membedakan kita.

No conclusion. Masing-masing dari kita bisa menyimpulkannya.

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kelulusan at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: