40 Days in Europe : be Movie

12 August 2009 § 1 Comment

Bagian satu

donlot yg inih.

Bagian dua

donlot inih.

Banyak cara memuliakan diri, memperkaya diri, dan menjadikan diri terlihat lebih hebat. Banyak cara kita memuji dan menyanjung seseorang yang kita sayangi. Banyak cara pula pamer bahwa kita lebih dari yang lain. Banyak deh! Gancil banget kan berkata, “Yang… sayang… hari inih kamu cantik deh… Gak biasanya… bla bla bla” dengan senyum [pura2] polos. Begitu mudahnya–karena kurang lebih; plus minus; kita melakukannya karena adanya nafsu belaka [atau apalah namanya, sesuatu yang mirip-mirip seperti itu. Mending kalau ucapannya jujur, lha kalau kagak jujur? Wong katanya hari ini cantik, berarti kemarin-kemarin opo tho? Jurig? Kalongwewe?]
Banyak cara [pula] kita bepergian ke luar negeri. Baik itu untuk keperluan bisnis, berbelanja gak karuan, melancong petantang-petenteng, atau sekedar mengadu nasib di negeri orang sana: kerja sambil kuliah.
(eh, bentar deh. Bentar. kerja sambil kuliah, atau kuliah sambil kerja….?? Anywei, sama ajah lah ya intinyah)
Asik banget ‘kan kalau kita bisa backpack di Eropa dengan uang yang pas-pasan namun tetap bisa pulang. Gue udah ngidam-idamin tuh! Banyak pula cerita true-story dari teman-teman.
Boleh juga kalo misalkan kita Shopping di Mall-Mall kelas atas di Paris yang notabene modeling kelas dunia, yang emang sering banget show-off disana. Seperti Versace, misalnya. atau Lamborghini…?
*Eh–
(Ya, akhir-akhir ini gua udah ngerti sedikit kalo: Lamborghini ituh bukan istilah dari jenis baju atau feshion! Melainkan merk henpon ternama)
Tapi gua salut atas semua yang udah Kang Maul dan kawan-kawan (maap gak tau nama-namanya selaen satu yg ituh) bahwa membanggakan negeri ini–tanah air tercinta, kita bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, bahkan dengan mengakui bahwa ‘hutang ituh harus dibayarkan tuh’! Photobucket
“masa’ pake ngutang segala seeeeh…?”
Ya, mereka ngutang. Secara ya, mereka maen di eropa, bukan di emperan Dago!

Gak terbayangkan kan, gimana mereka musti panik dan nge-blank-nya saat berada di atas panggung, memikirkan uang yang harus dibayarkan, juga bagaimana nasib mereka yang terkatung-katung. Well, Sang Kapten ternyata bisa membaca situasi ini. Dia lalu berikan motivasi kepada teman-teman dan membuat mereka supaya mengimajinasikan sendiri-sendiri, bahwa pada saat selesai event ini, segala hal PASTI akan baik-baik saja. Tidak ada masalah yang menghantui mereka pada akhirnya!

You`re what do you think. Dan itu terjadi di sini! Secret berperan banyak di sini. Sungguh gak bisa dipercaya! Mereka ternyata bisa melakukannya! Di antara puluhan peserta yang–secara ya, mereka orang2 Eropa pasti–hebat, tapi Angklung bisa menyaingi semuanya. Bahkan juara satu! Gila! Dapet penghargaan pula dari Aberdeen!!! Ckckckck. Begitu bangganya gua dengan ini. Dengan berita semacem ini. Apalagi gua membaca langsung dari buku dengan judul sama–40 Days in Europe–setebal 572 halaman. Pasti nangis!!!

Hidup 40 Days in Europe !!!

_____________________________________________________

Gua tuh, pengen banget tuh buat sesuatu yang berguna, yang berharga bagi bangsa inih. Gua pengen menjadi sesuatu yang bisa dibanggain sama bangsa Indonesia. Sama 200-an juta penduduknya. Bayangin aja, boi; di negeri orang… gak punya duit… masih pada bocah [maksudnya pelajar mayoritas]… masih urang Bandung yang masih aneh kalo ke Jakarta [mungkin]… dan itu dilakukan dengan hanya berbekal tekad BISA!!!!
Hebat bangat da ah, gua kata mah.
*Prok! Prok! Prok!

Dan tulisan ini, khususnya gua tujukan kepada kita generasi muda yang nantinya akan menggambil alih tongkat estafet kepemimpinan negeri inih, harus bisa dan punya sesuatu yang dibanggakan seluruh rakyat Indonesia. Bukan cuman ngaku-ngaku kebudayaan kita doangan tanpa adanya pergerakan yang nyata. Ingat, sekarang udah gak jamannya lagi ngerengek-ngerengek sama negara yang berkuasa. Bukan ngetrennya lagi tunduk dan ‘iya-iya aja’ sama mereka yang sukanya ngejajah alam makmur-sentosa kita. Kita sendirilah yang harus bangkit. Bangkit dari keterpurukan negeri ini. Kita bantai semua ancaman yang terlihat jelas. Kibarkan tinggi-tinggi Idealisme kita sebagai bangsa yang [seharusnya memang] besar! Hancurkan birokrasi yang kehadirannya hanya menghalangi mimpi-mimpi rakyat kecil.
Jangan bangga lah dengan gaji gede-gede. Buat apa gaji gede tapi negara ancur lebur blekutek ginih. Ke mana ideologisnya….? Hohohoho Apakah sebenarnya arti hidup ituh?

Mate, Kita sema bisa jadi orang kaya, asalkan mau kerja keras dan kerja cerdas. Dan gimana caranya gaji gede tapi bisa banggain bangsa?
Well, inih gua lagi nulis sambil mikir–nyari2 jawabannya ituh.

Anywei… Kita mempunyai akal. Manusia punya akal. Dan cara memakai akal inilah yang membuat kita berbeda satu sama lain.

No conclusion. Masing-masing dari kita bisa menyimpulkannya.

Tagged: , , , , , , , , ,

§ One Response to 40 Days in Europe : be Movie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 40 Days in Europe : be Movie at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: