Tak Terduga

14 January 2010 § Leave a comment

Berharap bisa pulang cepat, gue mendapatkan diri gue masih berada di depan komputer kantor pukul 17.29 WIB. Siyal, bakalan maghrib di jalan lagi, nih! Gue merasa harus terburu-buru di perjalanan. Namun, saat berada di gang di timur Taman Makam Pahlawan Kalibata, gue kepikiran Bos yang berkeinginan mengganti komputer lapuk yang gue pake. Dalam hati bertanya-tanya, nanti gue mau dikasih PC yang pagimane, ye? Huh, gue penasaran. Gue ketika itu punya ide untuk mencari spek PC di daerah pusat elektronik dan komputer sana, Mangga Dua.

Tak terduga gue bilang ke Zaenal bahwa gue minta diturunkan di bawah fly over Kalibata. Tanpa pikir panjang, gue langsung menuju ke Stasiun Kalibata. Anyway, FYI aja nih, padahal setahu gue toko-toko elektronik di Glodok dan sekitarnya tutup beberapa saat setelah adzan maghrib. Mungkin Harco Mangga Dua juga tutup saat itu. Di peron, jam telah menunjukkan pukul 17.38 WIB. Setengah jam lagi Harco Mangga Dua akan digembok. Pernah waktu itu, satu kali gue mengalami hal seperti ini; beberapa saat lagi gue terlambat datang. Dan saat itu gue lebih memilih batal hadir. Dan apa hasilnya? Tiba-tiba saja jadwalnya diundur beberapa saat, yang mana kalau gue datang terlambat, maka itu tidak masalah. Itu sebuah kesalahan. Seketika itu pula gue mengerti apa makna Lebih baik terlambat daripada kagak datang sama sekali.

Dan gue nekad juga ke Beos, tanpa tahu banyak jadwal kereta yang ke arah Beos. Beruntung, beberapa detik sehabis gue membeli karcis tuh kereta listrik jurusan Bogor – Kota datang. Untunglah…

Perjalanan tidak lebih dari 40 menit. Ketika berada di stasiun Jayakarta, secara tak terduga gue turun. why? Kok turun di situh, bukan di Beos??? Yah, gue merasa saat itu gue harus turun. Gak tahu kenapa, feeling aja. Dan memang gue orangnya sok tahu, gue pun mencoba berjalan kaki menuju angkot yang bisa menghantarkan gue ke lokasi TKP. Untuk menuju Harco, gue menggunakan mobil semacam metromini dengan nomor 02 jurusan Senen – Kota (kalau tidak salah). Tak terduga, di depan ada insiden kecil yang berbuntut kemacetan kecil (pula). Sempet dongkol dengan kejadian ini karena waktu yang tersisa sungguh sangat sempit, saat itu jam telah berada di angka 18.45 WIB. Dan nyatanya gue sampai di Harco tepat pukul tujuh malam. Akhirnya.

Gue lihat, toko-toko sekitar sudah banyak yang tutup. Tapi syukurlah di Harco tidak banyak Ternyata masih ada waktu untuk solat. hihihi.

Setelah selesai sembahyang, gue gak berlama-lama menuju lantai dua. gue ke lift. Namun naas, ketika lift terbuka di lantai dua tak terduga sama sekali tuh opening lift telah di garasi, satpam sudah ingin menggembok pintu masuk lift. Hah? udah mau tutup? Otomatis kaget, dong gue. Wong tadi masih rame. Tadi lima menit yang lalu masih banyak transaksi??? Siyal gue telah telat. Pada akhirnya gue hanya mengambil tiga-empat brosur saja dan kemudian buru-buru ke stasiun Kota untuk mengejar kereta malam terakhir.

Jam delapan. Terpampang jelas jadwal terakhir KRL AC Ekonomi jurusan Bekasi. Akhirnya gue pulang dengan tak terduga.

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tak Terduga at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: