Sebuah Keinginan Blogger

31 August 2010 § 1 Comment

Tak dapat dipungkiri bahwa kesibukan [masih belum menemukan kata yang asik] di dunia maya sudah menjadi kebutuhan vital bagi banyak orang di dunia. Baik itu orang kantoran, karyawan swasta, PNS, mahasiswa, bahkan anak sekolah pun ingin eksis di jagat internet. Mau itu sebuah forum yang formal [gak tahu contohnya], social networking [facebook, twitter, plurk], milis [yahoogroups], free-sites sharing [indowebster], atau hanya sekedar melampiaskan perasaannya di sebuah media blog [wordpress, blogspot, live-journal], semua laman pasti penuh dengan tulisan-tulisan mereka.

 

Icons

Icons, lupa sumbernya

 

Namun, media yang masih saya gemari dan sudah jarang orang gunakan [dugaan aja, sih] adalah media blog, yang mana saya masih setia memakai wordpress [Tidak! Tidak! Saya tidak dibayar untuk ini]. Saya punya beberapa alasan logis untuk tetap menggunakan fasilitas ini [tapi itu masih menjadi rahasia saya dan Tuhan saja]. Oke, saya akan cerita bagaimana perjalanan saya memakai media blog gratis ini. Dimulai ketika di bulan Oktober tahun 2008, saya kepingin banget punya sesuatu yang berguna untuk orang lain tanpa harus ada batasan-batasan [hubungan, jarak, dan waktu]. Ketika itu saya memilih blogspot sebagai blog pertama saya [idem dengan yang di atas, saya pun tidak dibayar untuk ini. Jadi, maaf saja….*tsah!*]. Sampai pada bulan Januari 2009 saya memutuskan untuk berganti dari blogspot ke wordpress. Itu adalah sebab umumnya.

Penyebab khususnya adalah teman saya, Skoplet, yang punya blog telah membikin saya penasaran [karena apa yang ia pernah tulis yang ‘katanya’ berkaitan dengan saya telah dihapusnya sebelum saya tahu]. Mau tahu apa yang bikin penasaran? Uhm… sampai sekarang pun saya tak pernah tahu apa yang ia tulis di blognya—yang membuatnya garing waktu itu. Dan hal itu membuat saya malah kepengen membuat sesuatu seperti apa yang ia buat [dengan begini, keliatan banget gua itu orangnya suka ngikutin orang lain😛 ].

Anyway, Blogger, apapun yang ia buat [curhatan, manga-update, atau bahkan situs resmi], apapun orientasi yang ia inginkan dalam menuliskan sesuatu di blognya [sekedar iseng-iseng menghabiskan waktu, pengen eksis, atau malah sebagai media nirlaba], tetap saja ia akan senang ketika tulisannya diapresiasi. Blogger takkan marah ketika postingannya dikomen jelek oleh pembacanya. Justru itu yang ia inginkan dari kerja kerasnya membuat postingan. Bagi saya, dikomentari atau tidak, blogger tetap punya keinginan karyanya dihargai oleh pembaca, baik itu di-share ke orang-orang atau bahkan di-rate. Oleh karena itu, saya mengajak kepada kalian penikmat blog untuk bisa sedikit menghargai apa yang sudah teman-teman blogger lakukan. Sesungguhnya bukan mencari popularitas yang blogger inginkan, tapi setidaknya blogger bisa bermanfaat bagi orang-orang yang membaca postingannya, yang mana parameternya adalah komentar itu sendiri.

Jadi, biasakan untuk meninggalkan jejak setelah membaca postingan seseorang. Me-rate atau mengomentarinya. Sesungguhnya itu membantu para blogger untuk terus mengembangkan karyanya sehingga bisa lebih bermanfaat untuk kalian para pembaca setia blog.

Tagged: , , , , ,

§ One Response to Sebuah Keinginan Blogger

  • nourygagarin says:

    wkwkwkwkwkwkwkwkwkk..
    gua tau apa yg ‘dia’ tulis sebelom lu mengetahuinya gi… :))
    gua juga tau penyebab dia ngapus itu
    =))
    nice share
    jadi inget satu setengah tahun lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sebuah Keinginan Blogger at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: