「Resensi Buku」 Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

11 October 2010 § 3 Comments

Dee itu penulis kontroversial [setidaknya menurut saya]. Ia penulis yang paling sombong yang pernah saya tahu.

http://www.goodreads.com/book/photo/994156.Supernova

Rank: *** [3 out of 5 stars]
Category: Books
Genre: Fiction & Philosophy

Saya bisa jamin bahwa cerita yang dibikin Dee—dari dua buku yang sudah saya baca sampai habis—pasti memiliki karakter yang sangat hidup. Saya pun tidak pernah sadar bagaimana hal itu bisa terkonstruksi dalam pikiran saya. Saya diam-diam merasa kagum juga atas kenyataan ini. Yah, meski pada akhirnya gerah juga mengakuinya. Penyebabnya tidak lain karena karakter-karakter yang ia buat itu bikin saya ingin nempéléng kepalanya!

Dee di buku ini membikin otak saya serasa benang kusut di tengah tumpukan jerami. Dee sangat bisa membuat kepala orang pecah saking tak mampunya saya berpikir jernih. Itu terlihat dari footnote yang berjejalan setiap ada istilah-istilah asing di Supernova: KPBJ [Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh]. Selain itu, rasa egoisnya dalam bernarasi pun tak kalah hebatnya. Karakter duo gay dibuatnya sebagai alibi agar ia tak disalahkan atas keangkuhannya itu. Ya, benar: Ruben dan Dhimas ada sebagai tameng!

Dari awal cerita, saya sudah jengah ketika Dhimas mulai berdebat tentang teori-teori yang membuat kedua bola mata saya mencong. Postulat-postulat yang tak pernah saya jumpai dalam buku fiksi-ilmiah timbul bergelombol bak hujan lebat. Dan kadang-kadang datang pula petir yang menyambar sel abu-abu milik saya saat teori sampah itu sebetulnya hanya berupa hal umum yang mereka rangkai dengan bahasa aneh nan menjebak. Karakter seperti itulah tipikal angkuh. Mereka tak peduli dengan alur cerita yang dikonstruksi sendiri oleh pembaca. Seolah-olah kejadian ini merupakan ajang balas dendamnya karena dahulu ia pernah merasakan hal serupa yang kayak gini ini.

Dari teori ilmiah tersebut, Saya mendapat kesan bahwa buku ini dibuat hanya untuk orang-orang tertentu saja, yakni untuk manusia super-jenius yang ketika dicekoki postulat aneh nan membingungkan seperti di buku itu bisa segera memahami maknanya dengan cepat—dengan kata lain, orang bodoh tak disarankan membaca buku ajaib ini.

Pada saat Dee memulai kembali untuk berteori—tentu saja lewat Dhimas dan Ruben—saya yang bosan dan muak akan mejawabnya dengan mengambil penggalan kutipan di buku itu. Misalnya seperti ini,

“Bahasamu selalu susah. Itu menjebak, tahu gak? Kadang-kadang yang kamu maksud cuma hal umum, tapi bahasamulah yang tidak umum.”

Oh, tentu saja ucapan itu takkan berpengaruh kepada Dee yang [sekali lagi] melalui pasangan gay terus ngoceh tentang chaos theory. Saya pun membalas lagi,

“Kamu tidak membuatnya lebih mudah, (Dee—pen.)”

Belum! Kalimat itu juga belum cukup untuk membungkamnya. Saya mungkin akan berhasil jika menambahkan kalimat sederhana seperti ini,

“Aduh, kita kan sepakat, istirahat dulu bicara yang berat-berat. Sudahlah…”

Lalu ditambah ini,

“Kenapa kita tidak sekali-kali diam dan menikmati cerita.”

Nah, kalau sudah begitu saya pun bisa tersenyum senang.

Satu catatan untuk Dee dari saya. Terlepas dari aksinya yang membuat hati saya mendidih kesal [karena saya masih tidak bisa memahami penjelasan dari setiap istilah yang ia tulis. Itu berarti saya bodoh] Dee sangat berhasil mempermainkan perasaan seseorang [saya]. Luar biasa. Selain Kugy dan Keenan, karakter di dalam KPBJ ini juga membikin saya terprovokasi serta terpancing emosi. Saya pun dalam hal ini menyukai cerita dongeng. Mungkin dari situlah saya bisa menerka kenapa saya tergila-gila dengan karya yang Dee buat.

Tagged: , , , , , ,

§ 3 Responses to 「Resensi Buku」 Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 「Resensi Buku」 Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: