Festival Pembaca Indonesia 2010

6 December 2010 § 8 Comments

Festival Pembaca Indonesia merupakan ajang pestanya para pembaca buku se-Indonesia, yang mana telah dimonopoli oleh segelintir kalangan menjadi acara di sekitar Jakarta saja. Acara ini diselenggarakan pada hari Ahad, 5 Desember 2010 di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brojonegoro, Kuningan, oleh Goodreads Indonesia, kelompok penggiat baca yang mewadahi para pembaca buku berbahasa Indonesia. Beberapa agenda festival ini yang saya tahu yaitu launching Komik Kambingjantan 2 [datang telat dan mengetahui bahwa tinggi Radit 11-12 sama saya], pameran koleksi dari komunitas ataupun individu yang memiliki buku-buku eksklusif, dan acara puncak anugerah pembaca Indonesia. Ada pula pemutaran film adaptasi dari buku fiksi, yang mana saya tidak bisa dan tidak berminat menontonnya.

Sebetulnya acara yang saya tunggu-tunggu adalah hanya Anugerah Pembaca Indonesia saja, sebuah penghargaan para pembaca terhadap karya-karya penulis Indonesia. Teknisnya adalah, para pembaca memvoting buku-buku mana saya yang dianggap paling bagus menurut mereka. Votingnya bisa di situs Polling Anugerah Pembaca Indonesia 2010. Polling ini ditutup pada hari Selasa, 30 November lalu.

Sekitar pukul 17.20 WIB, diumumkanlah para pemenang dari polling tersebut. Berikut pemenangnya.
1. Kategori Sampul Buku Komik: Lost in Bali 2 [Benny & Mice]
2. Kategori Sampul Buku Puisi: Ruang Lengang
3. Kategori Sampul Buku Non-Fiksi: Long Distance Love
4. Kategori Sampul Buku Fiksi: Perahu Kertas
5. Kategori Buku & Penulis Komik: Benny & Mice ~ Lost in Bali 2
6. Kategori Buku & Penulis Puisi: Sapardi Djoko Damono ~ Kolam
7. Kategori Buku & Penulis Non-Fiksi: San C. Wirakusuma & Feby Indirani ~ I Can (not) Hear
8. Kategori Buku & Penulis Fiksi: A. Fuadi ~ Negeri 5 Menara

Baliklah, kita ulas satu-satu penghargaan ini. Pertama, untuk Kategori Sampul Buku Komik saya sudah menduga komik bikinan Benny & Mice yang bakal keluar jadi juara. Selain kocak dan garing, tampilan sampul buku ini sangatlah jahil. Seakan menjentil para oknum di pemerintahan yang alih-alih bekerja, malah kelayaban dan plesiran.

Lost in Bali 2 ~ Benny & Mice

Ini pantai Kuta, kalo mau ‘ngantor sana…ke Denpasar!

Pilihan saya dalam nominasi ini kebetulan sama: Lost in Bali 2.

Kedua adalah Kategori Sampul Buku Puisi yang dimenangkan kumpulan puisi Ruang Lengang. Ehem… No comment. Saya lupa memilih yang mana😛.

Ruang Lengang

Ketiga, pada Kategori Sampul Buku Non-Fiksi, pilihan saya jatuh pada 30 hari jadi murid anakku. Kombinasi rintik hujan plus bocah-bocah manis berpayung membuat saya jatuh hati dan langsung mem-vote buku ini. Namun sayang, mayoritas pembaca lebih menyukai sampul Long Distance Love yang ditulis oleh Imazahra dan teman-temannya.

30 hari jadi murid anakku

Long Distance Love

Keempat adalah Kategori Sampul Buku Fiksi. Sampul terfavorit adalah Perahu Kertas [pilihan saya adalah Padang Bulan, dengan filosofi sepasang burung hinggap di pohon di sebuah padang dengan latar bulan yang kemerahan. Ciamik! Anyway, tetap saja, pemenangnya Perahu Kertas. Sebetulnya saya juga sempat berpikir untuk memilih Perahu Kertas ini. Tapi saya menganggap Padang Bulan lebih terasa feel-nya. Yah, keduanya bagus, saya akui.

Padang Bulan

Perahu Kertas

Kategori Buku & Penulis Komik dimenangkan oleh Benny & Mice [lagi]. Berdasarkan kontennya, komik ini sarat dengan smart comedy yang menyentil politik serta sosial budaya masyarakat Indonesia. Ini jugalah yang membuat saya memilih Lost in Bali 2 sebagai pemenang.

Keenam adalah Kategori Buku & Penulis Puisi yang jelas-jelas dimenangkan Sapardi Djoko Damono. Ah, saya menyesal telah memilihnya tanpa pernah membaca karyanya dalam jilid Kolam ini. Teman-teman sastra, maafkan saya…hiks…T_T

Ketujuh adalah Kategori Buku & Penulis Non-Fiksi yang Wirakusuma menangkan. Oh, tolong maklumi saya karena yang saya tahu dari nominasi ini hanya The Naked Traveler 2 saja. Dan jelas, saya memilihnya sebagai favorit buku non-fiksi.

Kategori terakhir, Buku & Penulis Fiksi se-Indonesia adalah kategori yang paling diminati pembaca. Saya pun begitu. Jujur saja, saya tidak berekspektasi dengan karya A. Fuadi ini. Oke, bukunya bagus. Saya melihat ada semangat juang tanpa menyerah dalam cerita ini. Namun, saya tetap yakin bahwa buku Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas-lah yang jadi pemenangnya. Poin pertama, dari segi penyampaian [gaya bahasa] Bang Andrea jauh lebih terampil, sedang A. Fuadi terkesan terburu-buru mengisahkan [terlihat saat memuji sesuatu dengan berlebihan tanpa adanya deskripsi yang dramatis]. Kedua, masalah diksi. A. Fuadi kurang banyak. Udah itu aja [ga punya penjelasan yang lebih baik ::getok::]. Ketiga, Ide yang ‘terlihat’ tidak pure. Jika yang saya sampaikan ini kurang jelas, maka bisa terlihat lebih jelas di dalam resensi saya tentang Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas dan Negeri 5 Menara.

Negeri 5 Menara

Saya ingin menyampaikan bahwa buku Negeri 5 Menara bukannya tidak pantas juara. Pantas! Sangat pantas! Namun menurut pandangan saya, Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas-lah yang lebih saya unggulkan. Dan seperti komentar A. Fuadi di dalam penganugerahan kemarin sore,

“Semua pantas juara, namun saya hanya beruntung. Mungkin para penyuka buku saya ini rajin mem-vote saja.”

After all, buku Negeri 5 Menara adalah buku fiksi terbaik bagi para pembaca Indonesia. Selamat kepada pemenang dan selamat kepada A. Fuadi yang telah menjadi yang terfavorit. Semoga sekuel kedua Ranah 3 Warna bisa cepat rilis di toko buku.

Tagged: , , , , , , , , , , ,

§ 8 Responses to Festival Pembaca Indonesia 2010

  • rahmi says:

    oo 5 menara toh yang menang, iya sih bukunya bisa membangkitkan semangat man jadda wajada
    tapi entah kenapa saya lebih suka 5cm
    haha
    *komen g penting*

    • ibnumarogi says:

      Oh, suka 5cm juga, ya?
      katanya mau dibikin filmnya tuh. Tapi tau deh jadi apa nggak. Saya juga suka 5cm hehehe.
      anyway, komen itu penting, lho. Mau komentar apapun tetap penting. Baca ini deh —> https://marogi.wordpress.com/2010/08/31/keinginan-blogger/

      • rahmi says:

        iya, suka banget sama 5cm
        setelah baca itu bener-bener jadi pengen ke Semeru, menjejak kaki di Mahameru
        ya, biarkan dia menggantung.. mengambang.. 5 cm di depan kening saya.
        dalam rentang 4 taun ke depan harus bisa ke sana! haha *mupeeng*
        kisah persahabatan yang diceritain (juga kisah cintanya) juga rasanya asik saya baca, saya menikmati ceritanya. hehe

        iyadeh. komen itu penting😀

        anyway, saya udah ngincer buku dwilogi padang bulan dan cinta dalam gelas, ah tapi anggarannya belum memungkinkan buat beli bukunya. udah baca ya? bagus?
        ceritanya mirip, maksudnya setipe ga ama tetralogi laskar pelangi? kalo masih bawa-bawa A Ling saya bosen bacanya. hahaha

        • ibnumarogi says:

          Ya, dalam kurun waktu kurang dari 4 tahun sudah harus menginjakkan kaki di puncak Mahameru. Itulah gayanya Dhonny Dirgantoro. Mantap.

          Wah, dwilogi Padang Bulan itu bagus. Keren pula. Diksinya juga melimpah.

          Memang, ceritanya masih berkisah tentang Ikal [yang masih kesal dg bapaknya karena masalah A Ling]. Tetapi pokok ceritanya tidak di situ. Ada hal lain yang menjadi inti konflik yang membuat alur narasi Ikal begitu deras. Mengalir gitu aja.

          Dahsyat pokoknya.

  • sepedakuning says:

    wah, novel yang gw ulas menang. hhe

  • […] terkait: Festival Pembaca Indonesia 2010. -6.266398 106.844611 LD_AddCustomAttr("AdOpt", "1"); LD_AddCustomAttr("Origin", "other"); […]

  • […] tahun, gua ga ketinggalan menghadiri seluruh rangkaian acara ini. Bahkan di dua tahun terakhir, FPI 2010 dan FPI 2011, gua selalu mengikutinya sampai akhir acara. Namun, tahun ini ada yang berbeda. Gua […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Festival Pembaca Indonesia 2010 at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: