Khotbah Jumat: 5 Poin Penghalang Sempurnanya Iman Seorang Muslim*

25 December 2010 § 1 Comment

Khotbah ini disampaikan oleh Khotib Imam Masjid Agung Sunda Kelapa pada Khotbah Jumat tanggal 24 Desember 2010. Berikut apa yang saya dapat ketahui.

1. Puas terhadap kebodohan di dalam diri. Zaman sekarang sangat sulit membedakan antara orang bodoh betulan dengan orang bodoh yang pura-pura bego. Hampir sama, namun jauh perbedaannya, sampai-sampai sangat sulit membedakannya. Mari kita analisis perbandingannya. Orang bodoh selalu berlaku apa adanya, polos. Ia tak akan pikir panjang saat melakukan sesuatu(tak punya curiga apa-apa). Sedang orang bodoh pura-pura bego selalu curigaan, bertendensi menuntut balik, tak mau mengalah dan tahu bahwa dirinya bodoh, serta selalu merendahkan dirinya dengan berkata “saya memang bodoh.”

2. Rakus terhadap materi. Maruk duit, bekerja hanya berorientasi terhadap uang saja, atau mata duitan merupakan alofon dari “rakus terhadap materi.” Tidak sulit menemukan orang seperti itu. Di jalan banyak ditemukan.

3. Kikir. Oke, bisa kita bayangkan kalau sifat kikir merupakan sodara kembarnya rakus. Kikir-rakus adalah ganda campuran darisebuah pertandingan bulutangkis, atau merupakan dua sisi uang koin yang pernah dibuat manusia. Lekat. Tak terpisahkan.

4. Beramal agar dipuji orang. Ini nih yang susah. Susah sekali membedakan antara ikhlas dengan “agar dipuji.” Sepintar-pintarnya orang bisa menghafal al Quran, tetap saja sulit untuk mempraktikkan sifat ikhlas dalam kerja nyata. Itulah ikhlas, esensi dari Islam.

5. Ngotot mengemukakan pendapat pribadi. Dahulu, Rasululloh ketika mempunyai masalah selalu membicarakannya kepada para sahabatnya—meski sahabatnya tahu bahwa Rasululloh adalah orang yang paling bisa diandalkan. Rasululloh akan menanyakan pendapat sahabatnya agar tidak hanya ia yang memahami suatu masalah, tetapi juga para sahabatnya yang sebelumnya tak tahu apa-apa. Implikasinya, persoalan yang hampir sama akan mudah ditangani nantinya.

Berbeda dari keadaan 1400 tahun lalu, sekarang manusia sama sekali angkuh atas pendapatnya. mereka selalu mengklaim bahwa apa yang telah berhasil dilakukan merupakan hasil kerja kerasnya. Itulah pendapat yang ia buat sendiri dengan menyebut “saya”, bukannya malah “kami.” Keangkuhan-keangkuhan yang tak menyertai Alloh seperti itu akan binasa dan kelak di neraka.

__________
keterangan:
*Judul aslinya tak sempat terdokumentasi sehingga tak begitu akurat.

Tagged:

§ One Response to Khotbah Jumat: 5 Poin Penghalang Sempurnanya Iman Seorang Muslim*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Khotbah Jumat: 5 Poin Penghalang Sempurnanya Iman Seorang Muslim* at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: