Benci Mengakuinya

17 January 2011 § Leave a comment

Saya benci mengakui dua hal ini:
1. Kemampuan terpendam menulis saya makin dalam terpendam. Jauh ke dalam.
2. Saya tak punya nyali untuk mengucapkan sebuah janji (saya tak ingin membuatnya menunggu sesuatu yang tak pasti).

Benci. Saya benci mengakuinya. Namun ini nyata belaka.

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Benci Mengakuinya at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: