Menyonték

22 January 2011 § 2 Comments

Selamat pagi anak-anak!

Pagi, Pak.

Bapak selakunya pengawas di sini dalam hal ujian ini akan memberikan soal-soal ujian dan juga menerangkannya. Yang pertama adalah soal BS.

(ribut sendiri, bingung sama soal BS yang kayak apa)

BS itu adalah tulislah B jika akan menulis BEBEK, dan tulislah S jika akan menulis SAPI.

Hooo… Iya, iya…

Yang kedua adalah menjodohkan kalimat. Di pinggirnya sudah ada jodohnya ka’ Limat, kira-kiranya siapa. Ada ka’ Reni, ada ka’ Andien, ada ka’ Tika, dan juga ada ka’ Redok….

Hooo…

Yang ketiga adalah pilihan berganda, baik ganda campuran maupun ganda kembang.

Itu janda, Pak.

Oh. Maap, maap. Dan yang terakhir adalah esai. Esai itu lebih bebas lagi karena pertanyaannya hanya 1. Bagaimana kalo Anda bertemu dengan pacar? Tulis saja disana, “E Sai! Apa kabar, sih?”

Hooo…

Oke. Kalian sudah mengerti?

Mengerti!

Tapi ada satu yang harus diingat, ya. Bapak mengharapkan dalam mengerjakan ujian ini kalian tidak bekerja sama, apalagi kerja paksa. Jadi kalian harus mengerjakannya sendiri-sendiri. Karena apa? Karena eh karena, akan merusakkan pikiran. Selamat bekerja.

Aneh dan heran
Kala ujian semesteran

Soal-soal dibagikan
Alat-alat tulis pun harus lengkap… Kap, kap, kap, oooo yeaah
Kau duduk bersebelahan dengan murid teladan
Kau anggap itu satu kesempatan
Reff:
Matamu gerak kiri dan kanan
Tak mau diam ngintip hasil jawaban
(mencontek, mencontek, mencontek temaaan…)
#Segala cara engkau halalkan
dan kau lakukan demi lulus ujian
(mencontek, mencontek, mencontek temaaan…)
Lalu, kemudian
Hasil ujian diumumkan
murid teladan diam
Hadapi kenyataan
Di luar dugaan
Nilainya mengecewakan, walau lulus ujian
Teladan hanya tinggal impian…
Hatimu girang
Murid teladan engkau kalahkan dengan cara yang curang
(mencontek, mencontek, mencontek teman…)
Repeat #
Cita-citamu dulu…Menjadi penemu
Gimana bisa kalau nyontek melulu
Akhirnya dirimu hanyalah jadi seorang penipu
Matamu gerak kiri dan kanan
Tak mau diam ngintip hasil jawaban
(jawaban [mencontek], jawaban [mencontek], mencontek temaaan…)
Segala cara engkau halalkan
dan kau lakukan demi lulus ujian
(ujian [mencontek], ujian [mencontek! backing vocal yang bener!], mencontek temaaan…)
Matamu gerak kiri dan kanan
Tak mau diam ngintip hasil jawaban
[Matamu tak mau diam…]

(mencontek… mencontek… mencontek temaaan…)

Kamu mencontek, ya!

Ah, enggak, Pak. Kelilipan.

Ah, seperti yang cacingan kamu.

Segala cara engkau halalkan

dan kau lakukan demi lulus ujian
[Segalanya engkau lakukan]

(mencontek, mencontek, mencontek temaaan…)

Kamu ini mencotek. Terus juga bikin ribut di kelas. Bikin rumah di kelas. Bikin kue di kelas. Segala aja kamu ini, macem-macem aja!

 

Oh inilah…kisah dua orang anak teladan

Anen dan Herman
Lulus ujian
Pilih mana? Anen atau Herman?
Herman nyontek, Anen juga, ga, ga, ga… (fade away)

~Lirik lagu “Mencontek” oleh Padhayangan Project~

Kita kembali ke satu tahun yang lalu, ketika saya yang berstatus karyawan swasta (tanpa status dobel sebagai seorang mahasiswa). Pada periode (tolong bagi kalian yang sering menulis dengan “priode” harap disunting, ya. Itu tidak baku menurut KBBI daring, soalnya. Makasih) sekarang di tahun lalu saya adalah calon mahasiswa baru untuk jurusan Sastra Indonesia. Saat itu sebuah keputusan besar telah saya buat dengan kesungguhan yang teramat heboh. Saya memutuskan untuk bersastra. Itu keputusan yang tidak populis, sebenarnya.

Sudah pernah saya katakan bahwa keinginan saya terlampau sulit, baik itu dari sisi usaha maupun sisi keyakinan orang-orang di sekitar yang telah dengan baik mengenal saya.

“Hah, Ogi masuk sastra? Gak salah, tuh….” Ya gua pikir gua gak salah masuk sastra.
“Lu napa, Gi? Salah masuk, ya? Tahun depan coba aja lagi.” Meski masih bisa mencoba, tapi memangnya apa lagi jurusan yang saya inginkan?
“Lho kok SASTRA?! Kenapa jadi ngaco gitu?” Ngaco? Ah, entahlah. Menurut saya teknik dan sastra itu bertetangga. Tidaklah terlalu ngaco.
“Lu mah aneh jadi orang…..” Lha, baru tahu?

Saya tak berekspektasi bahwa orang-orang dekat saya bakal setuju dan “mengenal” saya lebih jauh. Saya yakin bakal ada dari mereka yang merasa ganjil dengan keluarnya saya dari dunia persilatan perarsitekturan. Sebetulnya, saya masih menyukai desain dan sesuatu yang berbau arsitektur. Dan memang hanya sebatas menyukainya sebagai orang luar, orang yang memahami dan berada di luar lingkup arsitek itu sendiri, tidak menjadi subjek pelaku.

Sekitar akhir Januari inilah saya mengenal lagu Padhayangan Projet di atas. Lagu ini diperdengarkan oleh mentor belajar saya saat mengerjakan soal-soal latihan SIMAK. Lagu yang easy listening, simple, sangat ngawur dan menggelikan, serta memberi ruang bagi nasihat untuk memperkenalkan dirinya secara kreatif. Saya sangat suka lagu ini dan jadi terkenang akan masa-masa itu.

Lagu itu tak membuat saya tercerahkan atau mengubah saya menjadi sesuatu. Bukan, saya hanya teringat saja sesuatu yang telah saya tinggalkan. Yah, bagaimanapun cita-cita menjadi penemu itu takkan bisa jika dilakukan dengan proses “menyontek” melulu. Yang ada akhirnya akan jadi seorang penipu saja. Menipu diri sebagai pribadi yang hebat, menipu diri sebagai seorang yang mampu, menipu diri sebagai manusia seutuhnya.

Maka dari itu saya telah mantap memutuskan untuk tidak menyontek “aliran yang membawa nasib” ke suatu tempat yang saya tidak kenali. Saya akan berusaha semampu saya untuk menyelesaikan ujian saya di dunia ini tanpa “menyontek” usaha orang. Saya akan mencari jalan sendiri dan menemukan kenyataan bahwa jalan saya itu tidaklah salah.

_______________________
ps: “menyontek” itu benar dan “mencontek” juga dibenarkan dalam KBBI daring. Pun jika kalian ingin mendengarkan lagu Padhayangan Project itu versi Inggrisnya, bisa kalian dengar di sini.

Tagged: , , ,

§ 2 Responses to Menyonték

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Menyonték at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: