Kelu

31 January 2011 § Leave a comment

Hatiku kelu, merajuk tak karuan. Ia menunggu karibnya menerima keadaan.

Entah apa yang terjadi dengan pikirku hingga ia tak mau bermufakat dengan perasaan ini. Padahal kawannya telah lama berdamai. Tulus meneruskan perjalanan.

Dan aku pun hanya bisa terdiam. Menengahi perkara ini pun rasanya sia-sia. Kadang yang terjadi aku bertindak aneh, namun lebih sering melamun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kelu at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: