Kenisbian

20 February 2011 § 1 Comment

Premis: “Kurang” adalah relatif. Sesuatu yang dianggap memiliki kekurangan—yang biasanya beroposisi dengan kelebihan—itu cenderung relatif, subjektif, dan dibentuk oleh persepsi belaka. Kekurangan ada karena datangnya sesuatu yang berlebihan. Sedangkan kelebihan disebut kelebihan akibat perbandingan yang tak pernah seimbang. Dikatakan tak seimbang pun karena perbandingan merupakan usaha untuk mengadu dua hal yang saling berbeda. Jika sama, tak usahlah—dan sudah pasti tak bisa—dibandingkan. Jadi, pada saat seseorang sedang bicara mas’alah kelebihan dan kekurangan, dia sebetulnya hanya meyakinkan dirinya sendiri bahwa—misalkan—X > Y (yang mana jika kita kembali ke premis pertama: hal itu relatif).

Simpulan: Kelebihan dan kekurangan adalah dua hal yang sebetulnya sama, satu, dan bukanlah hal yang lain. Kelebihanmu adalah kelemahan(kekurangan)mu dan kekuranganmu adalah kelebihanmu?

Tagged: , ,

§ One Response to Kenisbian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kenisbian at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: