Tak Lebih Dari Itu

Biarkan aku menari di pinggir kolam dengan riang gembira. Bersiul-siul layaknya kakatua yang sejak pagi dijejali suara-suara. Hey, aku berlompat-lompatan seperti bola! Tak ada seorang pun di sana, sebetulnya.

Biarkan aku berbuat sesukaku. Helaan nafasku sepertinya tak pernah mengganggu pandangan matamu. Tapi kenapa ini menjadi sulit dan membuatku ragu. Salahkah jika aku mencintaimu tanpa berharap kau ‘kan berlaku begitu kepadaku?

Biarkan aku melihat senyummu dengan tenang di sisi jendela, menyaru. Tawa ceriamu selalu membuat daya pikirku bebal seperti batu. Tapi kenapa kau terlalu was-was dengan keberadaanku? Sudahlah, lakukan apa yang kau mau. Toh aku hanya ingin membahagiakanmu, tak perlu lebih dari itu.

Advertisements

13 thoughts on “Tak Lebih Dari Itu

  1. gyaahahahaah…. :))
    wuih sori bung. ane lagi iseng kagak nyangka nemu beginian. yihihiy,, sussasuit sussasuit,, ;))

        1. Ow….ow…
          Puisi ini lugas. Termasuk lugas yang bagaimana, bersifat spt apa adanya; lugu; serba bersahaja; atau serba sederhana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s