Perkuliahan Semester Dua

12 March 2011 § 10 Comments

Lagi nggak ada ide untuk memposting tulisan. Agaknya minggu-minggu ini (minggu lalu sampai seminggu ke depan) saya bakal dijejali tugas-tugas yang secara fisik biasa saja, namun secara pikiran sangatlah merusak. Meski hampir semuanya terselesaikan, ada beberapa tugas kuliah yang dikerjakan sekenanya gegara prioritas waktu yang tidak tertata. Oh, sungguh seniman kayak gua ini menimbulkan masalah tersendiri dalam menjalani agenda hidup. Selalu kacau alurnya, sodara-sodara.

Jadwal kuliah saya di semseter ini, kalau kalian ingin tahu, begitu fluktuatif. Senin keluar jam 1 siang. Selasa AGAK sore, yakni jam 4. Yeah, keluar jam setengah 4 itu sudah dengan catatan bahwa tuh dosen paham memang jam setengah 4-lah usainya, bukan jam 4 teng atawa jam setngah 5! Hari Rabu bergerak lagi ke atas, selesai jam 1 siang. Nah, hari Kamis tak ubahnya Selasa. Kesamaannya adalah jam terakhir itu kuliahnya sangatlah garing dan sama-sama jam setengah 4 kelarnya (sekali lagi, ITU KALO dosennya inget jam segitu harus keluar). Jum’at jadwalnya masih seperti semester lalu, kelar jam 10.30.

FYI, kuliah terakhir pada hari Selasa dan Kamis itu adalah MPKT B. You know empekate-Be??? Oke, biar saya jelaskan. Ini menyangkut nyambung-tidaknya sebuah materi dimasukkan dalam suatu perkuliahan.

Setiap fakultas di Universitas Indonesia itu ada kuliah wajib yang bernama PDPT, yakni Pendidikan Dasar Perguruan Tinggi yang memuat banyak sekali materi. Entah itu filsafat, filsafat ilmu, etika, logika berpikir, sampai kehidupan berbangsa dan nasionalisme ada di semester awal ini (entah apalagi semester tiga nanti). Materi-materi tadi masuk dalam mata kuliah MPKT—Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.

Fakultas saya hukumnya fardhu ‘ain melaksanakan MPKT B ini.  Lain halnya dengan MPKT semester pertama, MPKT B ini sangatlah mengganggu. Materinya tak terdefinisi. Apa itu Siklus Beogeokimia? (Eh, beo atau bio, ya? Ah, whatever, sama aja lah ya). Apa itu kumbang bertanduk Bioma? Apa itu keseimbangan energi di bumi? Walah, saya seperti sedang berada di dunia antah-berantah. Hilanglah peradaban yang telah saya tadah.

Saya merasa kuliah ini tak lebih daripada sia-sia. Memang, untuk hidup di bumi ini perlu tahu gejala-gejala yang ada di alam ini. Tapi alangkah baiknya jika semua itu masih terkait erat dengan literatur dan budaya. Faktanya, ini hal yang baru buat saya dan juga kawan semua. Banyak yang mengeluhkan ini hanya akan menjadi bahan ejekan dan sesuatu yang merepotkan saja. Entahlah, semoga ini memang yang terbaik buat kami, para pejuang budaya (karena fakultasnya Ilmu Pengetahuan Budaya).

Jangan menyerah, kawan.

Masalah Jadwal
Semenjak awal semester, jadwal kerja saya tak lagi teratur. Berbeda dengan semester pertama saya kuliah, di semester kedua saya tak lagi bisa berbuat sesuka hati. Semester pertama saya sekitar jam 12 teng sudah bisa ke kantor. Sekarang? Boro-boro jam 12, jam 2 siang sampai Pasar Minggu aja udah bersyukur banget.

Tidak cukup sampai di situ saja, ongkos yang keluar pun membengkak berkali-kali lipat. KRL Ekonomi yang biasa saya pakai menuju kantor sekarang tak lagi setia. Lagi-lagi masalah jadwal. Jadwal Eko dengan jam usai kuliah tak lagi sama. Yang setia—dan gua gak suka ini—hanyalah KRL AC Eko, yang mana harga karcisnya NENDANG BANGET! bayangkan saja, jika dalam sepekan saya menggunakan AC Eko enam kali—@ Rp5.500,00—berarti dalam sebulan kira-kira saya tekor Rp132.000,00. Itu belum termasuk ongkos KRL Eko dan angkot atawa buskota. Yeah, anak kuliah tak harus menanggung beban seperti ini, harusnya.

Mudah-mudahan saja ini bisa memberikan suatu pengalaman, baik bagi saya, kalian para pembaca, dan juga para orang tua.

Tagged: , ,

§ 10 Responses to Perkuliahan Semester Dua

  • pethakilan says:

    hahahah kepublish juga.. publishan ini kerilis di emailku, stlh dicek malah ga ada..

    bikin kereta sendiri aja bang, gratis deh pasti naiknya, ga pake tekor *nyincing sarung, minggat*

    • ibnumarogi says:

      Siyal. Sembarangan kalo ngomong. Dikira bikin kereta cuman pake tepung beras sama garem secukupnya kalih. Wakakakakakak😆
      Dan ya, gratis memang kalo punya sendiri. Bikin dari awal tuh jalan kereta.

      • pethakilan says:

        *balik lagi*

        oh emang selain tepung beras n garem, mesti pake apa lagi bang? pake ‘amal ibadah’ ya? hahhahhaa

        *nyincing sarung lagi, minggat lagi*

        • ibnumarogi says:

          *minta ditakol lagih…*
          Pake cinta, wahai pethakilan. CINTA.

          *biar puas*

  • pethakilan says:

    *balik lg krn ga ada kerjaan, takol2an aja dah*

    CINTA tuh apa bang? sejenis bahan fermentasi yak? *pasang muka tak berdosa anak umur 5taun*

  • Rina says:

    Tenang, Gi. Semester depan kita gak dapet matkul wajib universitas lagi (kalo gak salah). Kita dapet matkul wajib fakultas (Kebudayaan Indonesia dll.).

  • izarbaik says:

    yaudah si… jadi tinggal hemat lagi kan? nyekek dompet biar lebih ramping :))

    atau kalo mau hemat, ya cepet lulus, trus jadi dirut nya KAI. gratisin semua kerata :eeeaaaaa :ngakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Perkuliahan Semester Dua at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: