Pesan Singkat

13 April 2011 § 2 Comments

Tahukah kamu.

Ketika membaca artikel Anceaux, yang kubaca di sana hanya bait pesan singkatmu. Kuusap-usap mataku, tergugu.

Kuganti dengan tulisan Sutan Takdir Alisjahbana, ternyata isinya tetap pesan singkatmu.

Tak percaya, segera kuambil air wudhu, kubasuh wajah dan tanganku. Ternyata doa yang kubaca [harusnya doa selesai wudhu] justru prakiraan balasan pesan singkat yang akan kukirimkan untukmu.

Aneh.

Kukembali ke meja kerjaku. Kukebat-kebet buku Gorys Keraf di situ, tak jauh beda penglihatan di mataku. Pesan singkatmu telah membajak saraf sensorikku.

Lagi, kualihkan ke bacaan lain, kali ini analisis A. Teeuw. AH, KENAPA BEGITU! Tak kusangka A. Teeuw akan menulis rangkaian pesan singkat ku dan mu. Kronologis [dan jadi rancu bagiku].

Ah, apa yang terjadi! pekik pikirku.

Aku sama sekali tak tahu.

Otakku pun agaknya membatu.

Hening.

Tak ada kata lagi setelah itu.

. . . .

Di kesenyapan itulah tiba-tiba hatiku mengganggu, “Aku cinta kamu.”

Tagged: , ,

§ 2 Responses to Pesan Singkat

  • sepedakuning says:

    ini genre lo masbro.
    puisi cinta agak lucu, tapi bukan komedi.🙂

  • ibnumarogi says:

    FYI: Anceaux, Sutan Takdir Alisjahbana, Gorys Keraf, dan A. Teeuw adalah ahli bahasa dan ahli linguistik yang sedang gua pelajari teorinya. Phew..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Pesan Singkat at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: