Dup.li.kat

12 July 2011 § Leave a comment

Banyak para marketing produk menyatakan bahwa produk-produk yang dibuatnya adalah yang terbaik dan tidak dapat ditandingi dengan produk manapun. Selain itu, tidak jarang dari mereka menjelek-jelekkan produk saingannya. Produk ini kurang inilah…produk itu kurang itulah… Macam-macam dari mereka mengunggulkan kelebihannya. Ini wajar, rasional. Mengingat persaingan dalam menjadi yang TERLARIS adalah kenisyacaan.

Hal itu pula lah yang dilakukan oleh produk kunci pintu KATAKANLAH-A *selain kagak tau mereknya, gua juga males cari gara-gara dengan aparat berwajib* Kunci pintu ini dalam iklannya menyatakan bahwa KUNCI INI TAKKAN BISA DIDUPLIKAT! Phew.. itulah yang mungkin mendasari bos gua memakai produk KATAKANLAH-A ini untuk menjaga pintu kantornya agar tetap terjaga setiap saat. Kepercayaan akan iklan itu (takkan bisa diduplikat) terbawa-bawa hingga gua datang ke kantor ini…sampai pada hari ini, di mana gua disuruh menduplikat kunci bermerek KATAKANLAH-A.

“Ga bisa, Pak. Kunci ini ga mungkin bisa diduplikat,” kata orang admin yang sudah dalam pikirnya memercayai iklan tersebut. Dan sejujurnya, gua juga percaya akan hal itu sehingga ketika disuruh menduplikatnya, rasa malas menyelimuti pikiran gua.

“Ah, masa kagak bisa diduplikat? Bisa, ah,” kata orang kantor yang lain, meyakini orang admin.

“Ga bisa. Katanya ga bisa, kok. Canggih kuncinya, nih,” katanya lagi meyakinkan orang lain, juga meyakinkan dirinya sendiri.

“Alah…kata siapa? Apa sih yang kagak bisa diduplikat sama orang Indonesia….?”

Dalem. Simpel ucapannya, dalem substansinya. Dan gua pun langsung ngacir mencari tukang duplikat kunci dengan kepercayaan hanya 50:50 akan duplikasi itu. Dengan bapak penduplikat yang gua jumpai, gua bertanya ragu, “Pak, ini bisa diduplikasi?”

Sang penduplikat menatap gua iba, seolah berkata dalam hatinya, “Lu itu sebetulnya idup di mana, ya? Kunci sebegitu kecil aja pake ditanya bisa diduplikat apa enggak? NDESO!”

“Bisa. Bisa lah. Tapi mahal.”

“Berapa?” Tanya gua masih diliputi keraguan. Masa’ sih, kunci yang kata pembuatnya nggak bisa diduplikat tapi dengan mudahnya dijawab ‘bisa’ oleh orang yang buka lapak di pinggir jalan? Sungguh mengherankan.

“30 ribu.”

“Yaaah….25 ribu aja deh,” tawar gua yang masih meragu.

“Yaudah. Tunggu, ya. 5 menit jadi.”

Dan benar saja, lima menit kemudian kunci yang gua bawa itu sudah berkembaran dengan kunci batangan yang lain (tetapi dengan motif yang sama) dan telah rapi di depan mata kepala gua. Sungguh suatu hal yang garing. Dan inilah, pesan yang gua dapat hari ini adalah sebuah pertanyaan retoris, “Apa sih yang nggak bisa diduplikat sama orang Indonesia….?”

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Dup.li.kat at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: