Meet & Greet

12 July 2011 § Leave a comment

Pertama-tama saya ingin mengucapkan kata maaf kepada seseorang di tempat yang jauh, entah di mana keberadaannya, karena kesalahan kecil dan kesalahpahaman konsepsi. Kepada orang tersebut, mohon berdiri atau mengangkat tangannya tinggi-tinggi *PLETAK!* (lu kira ini ajang kuis berhadiah). Well, akhirnya pada hari Sabtu kemarin saya bertemu-muka dengan sosok keren di balik akun pethakilan.wordpress.com! What a nice meet & greet. Hiahahahaha:mrgreen:

Sabtu lalu, 10 Juli 2011, merupakan hari Sabtu yang biasa, libur akhir pekan yang biasa, dengan cuaca super biasa, dan rutinitas yang biasa-biasa saja. Bedanya hanya pada asumsi diri bahwa hari ini akan menjadi hari yang luar biasa. Ah, rencana…begitu berbedanya ketika kau dalam wujud baru disusun dengan sosok yang sudah terlaksana.

*****

Pagi hari, pagi yang biasa, saya mencuci jins lecek dan bau apek. Berdoa bahwa hari ini matahari akan menunjukkan keterikkannya. Hei, saya mengandalkanmu, lho!

Sudah direncanakan, pagi sekitar pukul 10 saya akan meluncur ke dealer motor terdekat, mencoba untuk mengambil motor kreditan. Saya mengajak sodara terdekat untuk mengantar saya ke sana. Akhirnya berani juga saya ngkredit motor fufufu😀

Tak lama pulang dari dealer, saya teringatkan janji untuk bertemu seseorang sore nanti di toko buku. Ah, hampir lupa. Momen meet & greet seperti ini jangan sampai terlewatkan! Saya pun menschedule, membuat reminder, agar petang nanti tak luput mampir ke gramed Matraman.

Tepat siang hari, orang dari pengkredit motor datang ke rumah saya, menyurvei dan mewawancara terkait kredit motor tersebut. Berdoa di situ, semoga prosesnya tak terlalu lama. Tidak sampai setengah jam urusan survei itu selesai dan lanjut berangkat ke Kuningan dengan maksud menservice hape yang rusak LCD-nya. Rencananya, setelah berlama-lama dengan urusan hape ini, saya langsung menuju Matraman sore harinya.

Sekitar pukul satu siang, saya pun berangkat dari rumah, memprediksi waktu tempuh hingga service hape selesai (untuk selanjutnya menuju ke Matraman, bertemu kawan). Saya meluncur dengan metro mini 52 menyusuri Jalan Kol. Soegiono tuk menuju Kampung Melayu. Dari situ, saya ngangkot M44 membelah Jalan Casablanca hingga sampailah di depan ITC Kuningan.

Menservice hape sebetulnya tak terlalu rumit prosesnya. Tetapi mungkin karena prioritas yang didahulukan sungguh subjektif, perasaan tak adil merayap begitu saja dalam hati. Dua minggu??? Perlu waktu segitu, minimalnya??? Iya, nyadar aja saya. Gratis, sih.

Selesai agenda mereparasi hape, next schedule adalah kopdar dengan kawan blog di toko buku. Melihat jam, WHAT??? masih siang rupanya. Terlalu dini jika langsung menuju gramed Matraman sekarang, padahal jadwalnya sekitaran pukul setengah lima sore. Phew..apa boleh buat, tetap saya paksakan untuk ke sana.

Sejujurnya, rada sangsi dengan pertemuan ini. Ah, gimana menjelaskannya, ya? Rumit. Sulit mendeskripsikannya, deh. Perasaan di dalam hati udah nggak enak aja.

Awal mula bikin janjinya, waktu itu, setelah mulai akrab dan bisa ketawa bareng dalam suatu postingan, kawan blog saya ini ngajakin ketemuan. Begitulah, saat ada kesempatan—dia sedang ada di Jakarta—dia ngajakin ketemuan di gramed Matraman.

ehem.. halo bang, ini thakil, errr.. mau ngomong apa ya? errr.. ini mau ngajakin ketemu mumpung aku lg di jakarta. di gramed matraman. aku bingung nih ngajak janjian ktmnya gmn. errr.. gimana kalo besok jam setengah 5 ku tunggu di gramed matraman, di lantai bagian komik2 *lupa lantai berapa*.

—potongan email kawan.

Palu sudah diketuk, keputusan sudah dibulatkan, email balasan pun sudah terkirimkan; sore ini kami mau ketemu-muka.

Sampai di gramed sekitar pukul tiga kurang (kurang setengah jam, maksudnya). Saya harus sabar menunggu sampai waktu yang sudah ditentukan—tiga jam dari sekarang! Dan sampai bosan mengitari rak-rak di dua lantai itu, langkah saya pun sudah gontai. Hingga setelah dua kali thawaf di rak buku impor, saya bisa lihat jam: sudah pukul lima sore!

Saya sudah berkali-kali mengelilingi rak buku komik sampai tiga kali di sore itu namun tidak juga menemukan ciri-ciri yang dimaksud. Maaf saja, gegara membaca email yang terburu-buru dan terlalu singkat, saya sampai salah memahami konteks tulisan yang menciri-cirikannya. Dalam pikiran ini, dia akan memakai celana tentara ijo busuk & robek-robek bla bla bla….. *hanya itu saja deskripsi yang saya tangkap* Padahal dalam teks lengkapnya adalah seperti ini:

…cluenya, klo ada orang pake kemeja ijo busuk tentara & celana sobek2 & sepatu merah itu brarti aku. samperin aja. *ih kenapa jadi berasa kayak org2 ketemuan jaman dulu yak? kayak di pilem2*.

Bodohnya yang satu lagi adalah, saya tak memberi clue apapun kepadanya sehingga minimal dia dapat menerka wujud saya akan seperti apa. *sigh* Hingga sampai akhir waktunya, setengah tujuh malam, saya tak menemukan ciri-ciri yang dikatakan. Namun, tetap, terus mencari dan mengitari semua rak hingga waktu habis.

…akhirnya saya menyerah.

Hati ini sudah tek tentu arah, gundah, merasa bersalah kepadanya. Mungkin marah, mungkin jengah. Tapi, tak apalah, memang harus disadari konsekuensinya karena mudah menyerah. Saya masih mengitari rak komik tetapi dengan semangat yang menguap ke mana-mana. Phew..

Yaudahlah, baca komik yang ada sajalah…” dalih saya setelah akhir pencarian.

Sebetulnya sudah malas membaca komik, meski itu komik Kungfu Boy sekalipun. Tetapi karena tak menemukannya, terpaksalah saya menikmati pertarungan Chinmi vs Saobi di air mancur istana. Setelah rupanya puas dengan pertarungan yang disajikan—Saobi akhirnya terpekur di ujung tembok penghalang jurang akibat pukulan peremuk tulang yang dilesakkan Chinmi dari air mancur—saya melihat secercah harapan. Sepintas, sosok yang mirip-mirip clue-nya itu muncul di balik rak komik Detektif Conan. Waduh, ini bukan, ya?

Saya memperhatikannya. Pakaiannya mirip-mirip dari deskripsi yang ia berikan. Tapi…kok beda dari yang ada di pikiran, ya? Tak lama ia mengetak-ngetik ponselnya, mengirim sms, sepertinya. Setelah itu ia segera ngacir meninggalkan komik yang telah dibacanya.

AH, ini bukan, sih? Mirip-mirip, nih….Eh, tapi kok beda dari yang gua pikirin??? Udah deh, otak ini mulai pusing sendiri.

Dan kemudian saya menjadi sosok agen intelejen federal. Ya, saya ikuti orang ini dari belakang diam-diam. Sedari tadi memang menaruh sedikit curiga, sebelum maghrib menjelang. Tetapi, terlalu takut untuk menyatakan bahwa ia—yang berbeda imaji dengan asumsi ini—adalah orang sebenarnya.  Mengendap-endap, melirik sepintas-mata, dan melangkah perlahan-lahan adalah gerak-gerik saya. Dan pertanyaan-pertanyaan aneh bin pusing mengitari kepala lagi.

Orangnya ini bukan, sih? Dia kayaknya, sih…tapi kok beda jauh dari imajinasi. Apa tanya langsung sama orangnya, ya? Ah, nanti salah orang, lagi! Tapi, kalau pun salah, tak masalah, bukan?

Dan tepat pada pukul 18.55—lebih 25 menit dari waktu temu usai—saya memberanikan diri bertanya kepada ‘sosok mirip’ itu. Mendekatinya, di samping kolom berbentuk kotak, area novel lantai 2, saya mulai berucap-kata,

“Maaf, saya lagi mencari kawan. Namanya pethakilan. Kalau mb—”

BWAHAHAHAHAHA😆

Belum sempat mengutarakan tanya, ia tergelak tertawa di depan. Bagai tertular, saya  pun ikut terbahak menertawakan tertawaannya.

“Sudah lama?” tanyanya.

“Hah, eh…oh, iya. Dari tadi sore. Hehehe,” jawab saya gelagapan. Tak disangka, tak dinyana, ia di depan adalah sosok sebenarnya. Takjub juga.

Ia bertanya, bagaimana bisa? Dan percakapan lancar bak niagara-gara meluncurkan terjunnya. Kami menertawakan kejadian kocak tak tertanggungkan ini, menganggap bahwa kami sungguh salah prediksi (maksud dari ‘kami’ ini sih, sebetulnya, cukup saya sendiri). Tak terasa, satu seperapat jam berlalu kami berdiri bertukar kata. Setdah, beneran kagak terasa sama sekali. Saya puas dan bersyukur bisa bertemu dengannya saat itu : )

After all, kejadian ini membuat saya merenung. Ada dua hal yang tak pernah diduga-sangka:
1. Sosok asli seorang pethakilan (pria/wanita).
2. Usia. Sungguh, saya minta ampun telah bertindak garing hari itu… hahahahaha:mrgreen:

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Meet & Greet at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: