My Birthday: Kebohongan & Pengakuan

17 July 2011 § 9 Comments

Adalah suatu hal yang menyenangkan berkuliah dengan kawan-kawan dan menyembunyikan segala identitas dengan cara memberikan data diri palsu. Menyenangkan karena pertama, menipu itu tidaklah mudah, apalagi yang ditipu adalah mereka yang sudah teruji memiliki intelejensia tinggi (mahasiswa UI). Kedua, tipu-daya ini dilakukan dengan metode baru gua, trik-sikologis, yang mana belumlah dipraktikkan secara masif oleh orang-orang, termasuk gua. Inilah pertama kalinya😀

Setelah setahun penuh gua berkutat dengan sibuknya kuliah di UI, akhirnya pada hari ini gua bisa memberikan klarifikasi dan konfirmasi. Wew, berasa ga rela juga mengutarakan kebenaran seperti ini. Namun, sesungguhnya, kebenaran harus selalu diungkap, meski kata-katanya terkesan jahat. Phew..

Bagi gua, memiliki teman di kuliah itu worth it banget. Ketimbang di sekolah menengah, teman kuliah jauh lebih memengaruhi kehidupan sekolah. Bukan berarti memandang remeh teman SLTA gua, yang mana masih menjadi kawan terbaik sepanjang masa gua berteman. Bahwa biasanya di kampus teramat SULIT memiliki teman yang betul-betul bermakna ‘teman’. Dan begitulah, gua punya trik agar mendapat teman di kampus UI ini: mengaku dua (2) tahun lebih tua dari yang lainnya.

And nowI want to make a confession: HARI INI UMUR GUA BARU 19 TAHUN, LHO!

Oke, elu-elu memang bisa menyangkal bahwa ini adalah bohong besar, bahwa gua ini sedang meracau tak karuan. Tetapi harap diingat, sangkalan ini pun dapat melaju ke arah sebaliknya, yang mana bisa gua putar-balik bahwa ‘ketuaan’ gua itu sebuah bohong besar! Dan gua punya banyak fakta untuk membuktikan ucapan gua ini.

Kantor Arsita. Tahu kantor Arsita? Well, begini ceritanya. Di awal-awal masuk kuliah, hal pertama yang gua gembar-gemborkan adalah kesibukan gua atas kerja kantoran di kontraktor daerah Pasar Minggu. Dan gua mengaku bahwa hari-hari gua akan membosankan karena setelah kuliah gua langsung cabut [dan beralasan bahwa gua itu] kerja di kantor Arsita. Ya, gua mengaku-ngaku sudah setahun bekerja di kantor Arsita sebagai interior designer. Blah, kantor? Arsita? Hehehehe, kadang ide yang imajinatif itu lebih riil ketimbang fakta itu sendiri.

Kenyataan bahwa kantor rekayasa itu hanya fiktif belaka adalah kejeniusan gua dalam membikin cerita. Seolah-olah imaji kosong gua itu ‘hidup’ dalam realita. Ah, inilah asiknya mengarang bebas dalam kehidupan.

Sejujurnya, dalam satu kesempatan, teman-teman sasindo pernah gua ajak ke daerah Pasar Minggu, daerah sekitar ‘kantor’. Okelah jika dari mereka menjadi saksi keberadaan kantor yang gua sebutkan itu. Namun, yang perlu dicatat di sini adalah, teman-teman gua itu hanya gua ajak sampai daerah sekitar ‘kantor’, yang mana benar-tidaknya kantor tersebut belumlah pasti ada. Dan memang tidak ada!

Kalau misalkan gua pulang cepet terus dan berusaha keras untuk menghindari acara-acara perkuliahan, itu adalah bagian dari rencana gua. Pulang cepat untuk ngantor, huh? Lagi-lagi itu hal yang menipu kalian. Sayang sekali, rasa percaya kalian begitu mudah gua dapatkan. Fufufufu:mrgreen:

Itu yang pertama, tentang kantor Arsita.

Poin kedua: menyoal keberadaan KTP gua. Kalau pernah ada yang melihat KTP gua, di situ ‘memang’ tertulis tahun lahir 1990. Itu terungkap saat pas pelajaran MPKI. Ketika itu Achie dan yang lainnya ngudek-ngudek dompet gua dan voila…melihat KTP gua yang keren itu. Tapi apa kalian percaya begitu aja? Gua lahir tahun 1990? Ya ampun. Jadi berasa tua ‘sungguhan’. Boleh percaya boleh nggak, itulah KTP tiruan gua yang berhasil mengelabui mata kalian yang telah melihatnya. BWAHAHAHAHAHAHA keren banget deh.

Poin yang ketiga adalah tentang lagu-lagu lawas. Secara psikologis, orang dengan tahun kelahiran lebih tua bakal prefer dengan lagu-lagu yang lebih lawas daripada lagu-lagu era setelahnya. Dan gua menggunakan trik itu: trik-sikologis. Sedari awal masuk kuliah, gua mencoba dan terus berusaha keras mendengarkan lagu-lagu tembang lawas, lagu-lagu era jadul. Begitulah, dengan menghapal lirik lagu-lagu tersebut, citra gua sebagai orang yang ‘lebih tua’ dengan mudahnya didapat.

Lagipula jika dipikir-pikir ulang ya aneh juga. Gua? Suka lagu-lagu lawas?? Percaya??? Yah, kalo percaya berarti trik gua teramat sangat sukses. Padahal gua cuma gaya-gayaan, pora-pora suka dengan menghapal lirik-liriknya.

Oke, mari ke poin selanjutnya: tentang satu tahun lebih lamadi ‘sekolah‘ dan kerja selama setahun penuh sebelum berkuliah. Ini penting dalam menghaluskan kebohongan gua. Ngerti gak? Yah, kalau belum paham alur ceritanya, mari biar gua jelasin.

Sebelum gua masuk kuliah di tahun 2010, gua sudah bekerja. Ya, itu yang gua bilang ke orang-orang. Bahwa di tahun 2005 gua masuk STM, dan di tahun 2008 yang seharusnya gua lulus SLTA gua justru harus mengikuti PKL (Praktik Kerja Lapangan) selama setahun. Dengan kata lain, tahun kelulusan gua adalah 2009. Dan itu pula yang gua bilang ke orang-orang.

Dengan cerita yang meyakinkan, gua berhasil mengarahkan psikologis teman-teman bahwa gua memang angkatan 2008. Lalu dengan cerita tambahannya—dan ini yang menjadikan kebohongan gua nyata—gua membanggakan diri bahwa gua telah bekerja selama satu tahun penuh di kontraktor PT Arsita. Gua adalah lulusan STM yang sudah pernah PKL di perusahaan besar,  dan telah memiliki pengalaman kerja selama setahun penuh. Wow, itu dongeng gua yang sangat brilian!

Tentu saja kerangka karangan seperti itu sudahlah meyakinkan. Gua yakin. Tapi, gua belum puas dengan detil-detil kecilnya. Sebagai sentuhan akhir, gua bilang ke orang-orang bahwa gua telah bersungguh-sungguh mengikuti SIMAK selagi sibuk bekerja hanya dengan belajar 4 bulan sebelum ujian! [cek postingannya di sini] Oh, my…. Itu sungguh cerita yang menakjubkan dan mengharukan. Wakakakakakakaka…. sungguh menakjubkan dan mengharukan.

Itulah… itulah kebohongan lalu luar biasa yang telah gua toreh sejak setahun ini. So, biarkan gua memberikan selamat kepada diri sendiri: SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-19 YA, GI!🙂

_________
Credit to:
— Kawan gua yang sudah berusaha keras membuat lambang kantor Arsita.
— Orang-orang di belakang layar atas jerih payahnya memciptakan citra gua sebagai orang desain.
— Rekan-rekan ‘kantor’. Hehehe
— wordpress yang telah membikin kehidupan menulis gua lebih berwarna. Oh, ternyata banyak loh yang percaya atas tulisan-tulisan gua!
— Sponsor (entah produk apapun itu), yang secara ga langsung membantu gua.
— Pendesain KTP gua (aduh bo, mirip bener tuh KTP, ye?)
— Mas-mas fotokopian yang jaga di samping puun beringin. Lain kali jangan kop surat aja, ya? Hebat, Bro, gua tahu elu berbakat di profesi itu!
— Dan terakhir, ini yang membikin cerita gua terasa nyata, kepada kawan-kawan sivitas akademika yang sudah susah payah percaya atas usia gua sejak setahun yang lalu.:mrgreen:

ps: Ini hanya cerita fiktif belaka.

Tagged: , ,

§ 9 Responses to My Birthday: Kebohongan & Pengakuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading My Birthday: Kebohongan & Pengakuan at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: