Sosok: Hidayat Nur Wahid, PKS, en Pilihannya…

4 July 2012 § 6 Comments

Nomer 4

Okay, kita tahu Hidayat Nur Wahid adalah sosok nasional, minimal kelihatan dia ga neko-neko jadi Ketua MPR periode 2004–2009 yang lalu. Anggaplah dia orang baik. Anggaplah dia orang yang bisa ngeberesin ibu kota. Yang jadi persoalan, apakah Hidayat udah usholli buat jadi orang nomer satu (1) di Jakarta?

Ini tentang sisi lain dari calon nomer 4. Mari kita mundur beberapa bulan yang lalu…

Sejak awal, tak ada niatan dari PKS untuk mencalonkan Hidayat menjadi gubernur, palagi gubernur DKI Jakarta. Tak ada hingar-bingar yang terlihat. Tak ada pernyataan yang dilontarkan dari petinggi PKS menyoal Hidayat. Tak ada info sama sekali dari jauh-jauh hari tentang siapa yang bakal menjadi cagub yang dipilih oleh PKS ini. PKS sama sekali tak mempersiapkan sejak awal Hidayat untuk menjadi calon yang diusungnya. Tiba-tiba saja di hari terakhir batas pendaftaran pasangan calon gubernur-wakil gubernur, Hidayat-Didik nongol bak gelembung udara di kolam air. *blup* Inilah kami, pasangan cagub-cawagub yang diusung PKS. Siapa Hidayat? orang penting di PKS. Siapa Didik? Orang dari Partai Amanat Nasional. Make sense? Yah, begitulah… Dalam dunia politik, FYI, apapun bisa make sense.

Kembali ke pencalonan cagub dari PKS. Aneh gak sih kalok PKS di awal-awal gak mikirin tuk calonin kadernya, trus dengan gaya macam deadliners gitu, di akhir-akhir malah ujug-ujug deklarasiin Hidayat, yang notabene tokoh nasional? Aih, ga mungkin banget. Secara, PKS punya hak untuk mencalonkan pasangan cagub-cawagub sendiri karena jumlah suara PKS lebih dari 15 persen suara di DKI Jakarta. Oleh karena itu, aneh rasanya jika PKS mengusung calonnya di hari terakhir masa pencalonan. Yang make sense bagi gua adalah PKS sebetulnya udah punya calon, tapi masih ragu-ragu untuk ngedeklarasiinnya karena satu dan lain hal. Itu!

Kenal Bang Sani? Pernah liat baliho or spanduk di jalan tentang dia?

Abang Kitah…?

Wew, Bang Sani adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta periode 2010-2015 dari Partai Keadilan Sejahtera. Informasi yang gua tahu, dialah calon sesungguhnya yang mulanya ingin dicalonkan PKS.

Baliho en spanduknya tersebar di mana-mana. Ini jelas ada maksud politik. Dengan mengacu pada momen yang pada waktu itu, yang paling dekat adalah pilkada Gubernur DKI Jakarta. Dengan kata lain, Bang Sani adalah kader PKS yang akan dicalonkan dalam pilkada nanti.

Nah, apakah Bang Sani ini akan menjadi cagub, atau cawagub?

Asumsi gua seperti ini. Dalam pencalonan gubernur, yang paling mendasar adalah pencitraan diri dan pengenalan sosok kepada publik bahwa calon tersebut bisa melakukan sesuatu untuk Jakarta. Ini yang dimengerti betul oleh Fauzi Bowo. Dengan modal gubernur tahun lalu, ia punya bekal yang teramat cukup untuk sekali lagi melenggang menjadi orang nomer satu di ibu kota. Caranya? Tutup dengan sebaik-baiknya kekurangan dirinya, buat semanis mungkin segala apa yang telah terjadi di Jakarta, lalu kemudian klaim bahwa itu merupakan prestasinya. Dan…sampaikan itu semua dalam kampanye dengan bonus materi yang ada di setiap kampanyenya! Voila! Foke banjir dukungan. Itulah yang menjadi modal kuat.

Meski ini cara kuno, tetapi sesungguhnya pencitraan bukan hal yang main-main di Jakarta. Orang bodoh dan yang gak-bodoh-tapi-gampang-dibodohi itu masih banyak di Jakarta. Buanyaaak! Sampe lupa bahwa dulu masalah macet yang mau diberesin sama “ahlinya”, tapi sampe sekarang pun malah tambah gilak macetnya. Dan masyarakat masih banyak yang lupa itu. Pencitraan memang luar biasa.

Maka, Bang Sani membuat pencitraan. Disebarlah segala macam baliho, spanduk, spanduk mini di Jakarta, di pu’un-pu’un, di antara tiang-tiang listrik deket lampu merah. Semuanya disebar. Namun, orang Jakarta toh tetep gak kenal siapa itu Bang Sani. Pada akhirnya, PKS hanya berani mencalonkan Bang Sani menjadi cawagubnya.

Lalu, siapa cagubnya?

Seperti yang gua udah sebut tadi, PKS punya hak untuk mencalonkan kadernya sendiri. Otomatis PKS memiliki daya-tawar yang tinggi. Jika ada cagub yang memiliki peluang dan daya-tawar lebih tinggi, dia harus memiliki bargain yang begitu besar. Dan Fauzi Bowo lah orangnya. Namun, apakah mau PKS berkoalisi dengan Fauzi Bowo? Apakah mau PKS berubah haluan dari yang tadinya musuh Foke di pilkada yang lalu, namun di pilkada selanjutnya justru berada di pihaknya. Entahlah. Politik itu sesuatu banget. Dalam dunia politik apapun bisa make sense. Entahlah. Tak ada petinggi PKS yang berani mengonfirmasikan hal ini di media.

Tapi, dari apa yang gua dengar, begitulah adanya. Foke dan PKS telah sampai pada tahapan-tahapan tingkat lanjut mengenai pencalonan cagub ini. Namun karena hal ini sangat sensitif, maka informasi ini belumlah sampai ke pihak media (masih dalam tahap off-air). Banyak juga soalnya yang menginginkan Foke menjadi pasangan dari cawagub yang lainnya. Golkar, Demokrat,  en PDI Perjuangan rupanya ikut juga iseng-iseng berhadiah ini.

Sampai beberapa hari sebelum batas akhir pengajuan calon, rupanya PKS masih galau menentukan pilihannya. Bang Sani jadi cawagub dari Foke, atau tentukan sendiri pasangan pilihannya…Ah, tanpa diduga-duga Foke membuat kejutan banyak orang. Sehari sebelum batas akhir itulah ternyata Foke menjatuhkan pilihannya kepada Nachrowi Ramli, kader dari Demokrat yang pada mulanya didukung orang-orang partai sebagai cagub. Kejutan yang membuat beberapa parpol terhenyak. PDI, Golkar, en Demokrat terhenyak. Surpraise yang membikin cengo PKS, yang mana telah hampir sepakat akan kesepakatan mereka. PDI, Golkar, en Demokrat ngerasa dipermainkan Foke. PKS? Partai ini ngerasa dizholimi en dikhianati luar-dalam. Sakit hati!

Syok. Terkejut. Sakit hati. PKS masygul dibuatnya. Dana pembuatan spanduk en baliho yang begitu besar dikeluarkan Bang Sani seakan sia-sia jadinya. PKS tak boleh berlama-lama merenungi keapesannya. PKS harus secepatnya move on, PKS harus segera menentukan pilihannya. Dengan pertimbangan sosok tadi serta pencitraan yang sudah terbangun jauh sebelum deklarasi pasangan calon ini, jelas PKS harus memilih sosok yang telah terpercaya secara nasional dan memiliki nilai baik di masyarakat Indonesia, di Jakarta pada khususnya. Voila! Hidayatlah orang yang terpilih itu. Dengan kecakapan dalam memimpin MPR periode yang lalu, Hidayat dipercaya oleh segenap kader PKS untuk menjadi cagub. Begitu pun dengan Bang Sani, yang rela en ikhlas mendukung Hidayat menjadi cagub dari partainya.

Begitulah kronologi perjalanan PKS dalam menentukan pilihannya. Perjalanan panjang ini kiranya tak pernah terekspos media, entah karena PKS malu mengakuinya, atau sebenarnya tulisan ini sesungguhnya gosip belaka. Semoga ada klarifikasi atau minimal secuil informasi tentang tulisan ini sehingga isinya benar bermanfaat bagi para pembaca.

Jadi, fokus kali ini menyoal pilihan PKS yang “kayak gitu” di pilkada DKI ini. Bukan masalah tokoh terpercaya atau amanah yang gua ingin lihat, tapi seberapa siap niat Hidayat-Didik ini. Kehawatiran gua, karena pilihan PKS ini sepertinya terkesan diniat-niatkan alias yang pilih kader yang bagus aja. Pilihan yang ga mementingkan kecocokan atas kapasitasnya terhadap apa yang akan digelutinya. Bagi gua, orang macam Hidayat lebih baik berada pada level presiden. Biarlah Jakarta dipimpin oleh orang yang sudah usholli sedari awal dan punya program yang riil untuk masa kerjanya nanti. Ini macam iseng-iseng berhadiah juga sih hitungannya.

Gua pun ga lihat program Hidayat-Didik yang benar-benar terasa ngena. Banyak programnya yang 11-12 dengan calon yang lain. Ga beda. Ga lihat program-program itu berupa konsep yang dapat benar-benar mengubah en beresin Jakarta. Sorry to say, tapi programnya memang biasa aja. Sekian.

Data Pustaka

http://kikialfatih.blogspot.com/2011/12/dukung-triwisaksana-kader-pks-menjadi.html waktu akses 4 Juli 2012, pk. 11.51 WIB.

Tagged: , , ,

§ 6 Responses to Sosok: Hidayat Nur Wahid, PKS, en Pilihannya…

  • abimanyu says:

    Yah…begitulah. Analisa yang bagus. Pernah dalam acara mabit dan disitu tampil Bang Dayat dan bercerita sedikit mengenai pencalonan dirinya sebagai Cagub. Kira-kira seperti ini tukas beliau :

    “Ya..ketika saya dipilih. Mau tidak mau saya harus siap. Ini qoror (apanih gw agak lupa juga) dari pimpinan/qiyadah.” Selanjutnya beliau menegaskan kesiapan beliau untuk maju. Dan kemaslahatan apa saja yang akan diperoleh jika DKI 1 ditangan. Insya Allah orang seperti beliau nawaitu dan ushollinya telah dimantapkan. Insya Allah kita doakan saja bro.

  • moedja says:

    menarik bro..gw bukan politisi, cuma ngamatin diem2.
    tapi gw setuju kalo HNW lebih menjual untuk tingkat presiden.
    untuk masalah pencalonannya? tentu ada hubungannya sama calon2 lain yang juga ‘tokoh nasional’–mungkin.

  • kukuh says:

    analisa yg lumayan..

    ok kita sama2 menganalisa dari sudut pandang berbeda,

    Yg pertama,pemahaman politik yg berbeda…

    gampangnya,buat ane politik itu mirip dg games analisa semisal catur,poker,kartu gaple,kartu remi dsbnya.

    Sebagaimana raja dlm catur,Kartu As dan Joker dlm kartu remi,Nilai kecil dan Besar dalam gaple, itu d keluarkan dg melihat kondisi langkah yg diambil pihak lawan.. Dan menunggu menjadi yg terakhir mengeluarkan Kartu As merupakan faktor besar utk kemenangan,trik analisanya bgini :

    bila kita pancing lawan “seolah-olah” kita akan mengeluarkan Kartu kecil maka lawan akan mempersiapkan angka/nilai yg lebih besar dari apa yg kita perlihatkan.. Lawan akan mencari kartu dg nilai terbaik mereka,dan ketika mereka sudah yakin dg mengeluarkan Kartu yg mereka anggap bisa menggerus nilai kartu kecil yg kita perlihatkan disitulah pola analisanya.. coba ingat2 :
    ketika muncul Bg.sani tak lama muncul 2 calon independen Hendarji dan Faisal Basri, mengapa? karena mereka yakin elektabilitas Bg.Sani tidak terlalu d kenal dan faktanya dibawah 2 tokoh tsb,

    melihat 3 calon yg sudah muncul,tak ayal PDI.P gk mau menyia2kan ketenaran Walikota Solo saat itu,dan ane yakin 3 calon sebelumnya kalah tenar d waktu pemberitaan positif Jokowi.

    Wew.. Jokowi walikota trbaik?? tunggu dlu,Golkar punya nama BAGUS ! Gubernur pula.. lihat donk : Sea Games brjalan sukses di sumatera syp dlu gubernur gue : Alex Nurdin.

    yg dirasa bisa mengimbangi Incumbent dan Walikota sukses tsb,

    buat ” kaget” lawan dg hal tak terduga.. sekaligus buat penonton tercengang dg apa yg kita keluarkan bukanlah apa yg kita perlihatkan sebelumnya dg senjata yg sudah diakui penonton dan lawan..

    hhe akhirnya sudah terlihat semua jagoan berat yg keluar,PKS mengeluarkan Kartu As nya di detik2 terakhir.Bukan mengganti,tp emg disengaja sprti itu utk memancing lawan.

    well itu harapannya,dg “kejutan terakhir” PKS menunggu riyuhan harapan yg tadinya biasa2 saja melihat calon yg tidak mereka kenal berganti dg tokoh yg mereka kenal luas!

    ya.. sekali membuat lengah lawan politik lalu tiba2 membuat syok therapy.

    Strategi itu yg sedang d coba PKS,

    semua pasti sudah diperhitungkan persiapannya.

  • Suhudsyah says:

    Awal kemunculan bang Sani, gw pikir dia yg bakal dicalonin jadi cagub dari PKS. Tp di akhir2 masa pencalonan, tiba2 muncul HNW. Dan gw harus bilang “WOW” untuk hal ini. Tak disangka2, it’s amazing. HNW itu kapasitasnya jd Presiden. Tp kenapa dicalonin jadi gubernur? Gw ga ngerti dah. Logika berpikir sederhana gw, ini strategi untuk PilPres 2014. Strategi seperti apa? Begini:

    Dengan mencalonkan HNW sebagai gubernur, PKS siap menang siap kalah.
    Ketika HNW menang, Jakarta punya pemimpin yang shalih. Ini menyoal jiwa kepemimpinan, bukan tentang program. Program HNW menurut gw memang biasa aja. Tp, jiwa kepemimpinan HNW yg saat ini dibutuhkan. Program bisa dibuat bersama2 dengan orang2 yang ahli di bidangnya untuk mengatasi masalah2 di Jakarta (dan menurut gw, Faisal Basri punya program2 yang sangat bagus, mungkin HNW bisa kerja sama dengan beliau). Ingat saat Rasulullah memilih pemimpin, apa kriteria Rasulullah? Lw tau kan Gi.😀
    Mengenai kesiapan dan niat HNW, gw yakin HNW punya niat yg lurus. Lihat track recordnya, InsyaAllah..beliau amanah. Husnudzon.

    Ketika HNW kalah. Ini jadi peluang besar kemenangan HNW di Pilpres mendatang. Melalui kampanye saat ini, HNW dipublish media (yg selama ini ga pernah tuh media publish dia). Dengan ini, rakyat Indonesia tau, bahwa masih ada pemimpin yang amanah. Rakyat jadi tau, bagaimana prestasi dan sosok HNW sebagai pemimpin. Di tengah banyaknya sosok2 nasional saat ini yg sudah tidak dipercaya, HNW menjadi sebuah harapan dan titik terang.

    Wallahu a’lam. CMIIW.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sosok: Hidayat Nur Wahid, PKS, en Pilihannya… at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: