Sosok: Jokowi-Ahok, Kenalan Lama…

Jokowi-Ahok
Jokowi-Ahok

Joko Widodo, terkenal lewat blow up media soal mobil Esemka. Sosok Walikota Solo ini selalu menjadi perhatian publik. Seperti yang telah kita ketahui, tidak bosan-bosannya di awal tahun 2012 Jokowi terkenal karena ia menolak mengganti mobil dinas lamanya dengan Toyota Camry, melainkan menggunakan mobil rakitan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta yang diberi nama Kiat Esemka.

Sejumlah kalangan menilai, langkah Jokowi ini sebagai pemicu kebangkitan mobil nasional (mobnas). Jokowi terus mendorong mobil ini menjadi pionir mobnas di Indonesia. Tanpa mendengar komentar-komentar miring dari pelbagai kalangan, Jokowi tetap keukeuh untuk menguji Esemka ini menjadi mobnas. Hingga pada akhirnya Esemka gagal uji emisi. Dan, begitulah…Jokowi menjadi Walikota yang populer secara instan di Indonesia berkat usahanya mengembangkan Esemka.

Itulah perkenalan gua dengan Jokowi lewat media yang saat itu mengelu-elukan niat Jokowi dalam mengapresiasi karya anak bangsa. Jokowi kemudian dikenal masyarakat luas se-Indonesia, dan *flap* warga Jakarta mengenal sosok Jokowi yang hebat, merakyat, dan memiliki visi yang baik dalam memajukan masyarakatnya. Dan beberapa bulan kemudian, Jokowi yang “katanya” gak niat untuk mencalonkan diri menjadi gubernur DKI, akhirnya mau juga dicalonkan oleh salah satu parpol pendukungnya.

Sedang Ahok yang gua tau adalah Bupati di Belitung sana yang sukses pula memberdayakan warganya. Punya visi, muda, ganteng (aiih..), Ahok adalah sosok yang mantap untuk seorang pemimpin. Ahok diminta Prabowo untuk bisa bergandengan bersama koalisi dalam pilpresnya dulu, PDI Perjuangan untuk menemani Jokowi. Berkat kenalan lama, mereka dengan mudah melenggang ke gedung KPUD DKI.

Pada awalnya Ahok juga tak punya keinginan. Apa pasal? Jelas, dalam pemilihan umum seperti apapun, dana kampanye adalah hal yang sangat vital bagi calonnya. Walaupun visi dan misi yang bagus adalah yang utama, tetapi penunjang dasar untuk kelancaran aktivitas pencalonan adalah dana. Dan Ahok rupanya tidak memiliki itu. Namun, Prabowo adalah orang yang royal rupanya. Biar Ahok maju jadi cawagub, Prabowo yang nantinya mendanai. Cukup deal seperti itu, Ahok akhirnya ia maju bersama Jokowi.

Voila! Jadilah mereka pasangan cagub Nomor 3.

Sedikit yang gua ketahui dari mereka. Entah karena media hanya memunculkan sisi selebritasnya alih-alih memuat fakta apa saja yang mereka sudah lakukan, atau memang sebegitu saja lakuan yang sebetulnya mereka kerjakan. Ini menjadi kritik en saran buat timses kampanye, agar lebih memuat konten-konten kerjaan Jokowi dan Ahok (bukan malah gembar-gembor masalah prestasi walikota terbaik yang penilaiannya abstrak bagi masyarakat luas).

Berikut tautan tentang program kerja Jokowi-Ahok yang terangkum dalam LIPSUS Kompas >>> http://pilkada.kompas.com/program/index/3

Data Pustaka

http://fokus.news.viva.co.id/news/read/277048-jokowi–esemka–dan-mobnas waktu akses 2 Juli 2012, pk. 16.54 WIB

Advertisements

2 thoughts on “Sosok: Jokowi-Ahok, Kenalan Lama…

  1. kadang media emang lebai, suka memberitakan sesuatu sampa ‘sesuatu banget’, tapi gak berimbang pemberitaanya. (entah apakah itu rekaan atau tidak)
    apakah mobil esemka bener2 mobnas?
    lalu untuk ahok, kayanya emang jadi bulan2an muslim fundamentalis gara2 bilang “harus lebih patuh kepada ayat2 konstitusi daripada ayat2 suci (kitab suci).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s