Perahu Kertas 1 「Review」

17 August 2012 § 11 Comments

Title : Perahu Kertas
Category : Movies
Genre : Drama | Teenlit
Duration : – min
Year : 2012
Director : Hanung Bramantyo
Writers : –
Stars : Maudy Ayunda, Adipati Dolken, Reza Rahadian, Elyzia Mulachela
Production Co : StarvisionMizan ProductionDapur Film

Rating:

Apakah filmnya akan se-riil bayangan kita sewaktu ngebaca itu cerita? Apakah pemeran-pemerannya se-ekspeks imaji kita akan karakter yang mereka bawakan? Dan bagaimana pula jadinya film ini keseluruhan kisahnya saat dikomandani oleh Hanung Bramantyo?

Sekadar penerang, film ini adalah bagian pertama dari adaptasi novel Perahu Kertas. Hal ini dilakukan dengan alasan untuk menjaga “isi” dari film agar dapat mendekati cerita di dalam novel. Kabarnya, film bagian keduanya akan berlayar dua bulan kemudian—sekitar bulan Oktober 2012.

Bicara soal film adaptasi, ga bisa dinafikan bahwa perbandingan demi perbandingan antara kedua media (novel en film) akan terjadi. Itu kenisyacaan. Namun, apakah kualitas film itu berbanding lurus dengan kebanyaksamaan dengan cerita di novel, itu belumlah tentu. Itu relatif. Dalam hal ini Perahu Kertas menciptakan suatu kreasi yang tak melulu soal kemiripan, tetapi lebih kepada konteks dan keberadaan film tersebut tercipta. Bagi gua, Perahu Kertas telah sangat bagus melukiskan kisah bacaan ke dalam media audio-visual, tapi dengan catatan ada beberapa (banyak?) hal yang penggambarannya berbeda dari novelnya.

Film ini nyatanya bukan sepenuhnya sebagai adaptasi novel, melainkan berupa interpretasi Hanung atas kisah remaja yang memiliki keunikan tersendiri. Wew, kalo engga liat pemerannya Maudy en Adipati, gua ga bakal sadar bahwa film ini bergenre teenlit.

Perahu Kertas ingin menunjukkan betapa dunia dongeng sangat digemari. Bukan hanya oleh anak-anak, oleh kalangan orang dewasa pun digandrungi. Bahkan Remi yang seorang eksekutif muda pun memiliki romantisme terhadap dunia masa kecilnya yang penuh dengan dongeng. Dunia itu begitu indah dan memikat, kadang menyandera korbannya untuk hidup di alam khayalnya.

Hanung Bramantyo membikin karakter-karakternya hidup. Walau tak serupa dengan novel, tokoh-tokoh yang dibangun dapat membentuk konstruksi alur yang pas. hampir semua objek, latar belakang, aksesori, dan apapun yang ada di film ini, dibuat semirip mungkin dengan deskripsi dan cerita di novel.

Gua pikir film ini sudah menunjukkan kualitasnya. Film ini bagus dan layak ditonton. Tapi, memang seperti pepatah kekinian, “tak ada Jakarta yang tak macet”, pun Perahu Kertas ada di sana-sini kekurangan yang benar adanya. Sebut saja adegan Kugy yang “begitu saja” menemukan Keenan di stasiun Bandung. Juga tidak adanya adegan Kugy yang menjelaskan Keenan bahwa agen Neptunus itu berzodiak Akuarius.

Prolognya sedikit sekali. Gua amat antusias dengan cerita awal Kugy kenapa dia bisa suka menuliskan cerita curahannya di kertas yang dibentuk menjadi perahu lalu dialirkan di aliran air—entah sungai, got, kali, bahkan laut—untuk disampaikan ke Neptunus. Ternyata ga ada cerita tentang Kugy yang berteman dari kecil dengan Noni, suka bepergian karena pekerjaan ayahnya, hingga ia sering diajak kakaknya, Karel, untuk bermain perahu kertas di aliran air yang ia dapat temui.

Penggambaran radar neptunus juga kurang asik. Gua serasa liat bocah beneran. Engga, yang kayak gitu engga realistis. Juga, engga diperankan dengan natural oleh Maudy. Apalagi adegan dia “nge-searching” Keenan dengan radarnya. Aduh, itu kaku abis. Bukan yang gua pikirin sebagai “sesuatu yang kebetulan”. Terkesan ga alamiah.

Bagian chemistry, gua ngerasa Maudy dan Adipati itu masih yang baru tingkat “dikit lagi dapet”. Pun kalo mau jujur, karakter mereka kurang pas saat meranin Kugy en Keenan. Tapi karena film ini lepas jauh dari kungkungan novel, maka sah-sah aja. Gua cukup suka. Omong-omong, chemistry yang justru klop-abis-ngeklik-ga-ketulungan itu ya Noni en Eko. Gila, mereka berdua ancur banget kerennya😀

Reza Rahadian entah kenapa slalu bagus main film. Di sini dia karismatik en menunjukkan kelasnya. Akting yang oke punya, brader! Lalu, Luhde emang polos sekali di sini. Elyzia Mulachela bermain apik: tenang, kalem, dan bijak.

Banyak percakapan berbahasa luar. Ada bahasa Belanda, ada juga bahasa Inggris. Tapi yang mengganggu itu bahasa Inggris karena bercampur-campur dengan bahasa Indonesia. No problemo, but..still…annoy my perasaan en fikiran.

Adegan yang paling ngocol, tentu aja pas bagian ijab-qabulnya Eko. Anjrit, ngakak abis gua! Sampe Jek yang tadinya anteng di pundak gua sampe terduduk tegak. Kaget sama suara ngakaknya gua.

Perahu Kertas ini, gua suka sama sinematograginya. Asli, mantep gila! Komposisinya, pengambilan gambarnya, dan efek-efek buatan semacam pendar cahaya bulat pas adegan Kugy en Remi di pinggir pantai itu menurut gua keren. Gua suka pengambilan gambarnya, terutama pas bagian Keenan memutuskan untuk berhenti kuliah. Kamera mengambil gambar di luar ruangan yang disekat oleh kaca buram. Jadi, saat adegan kemarahan dan pertengkaran, bagian yang terlihat adalah gambar mereka yang samar-samar karena adanya kaca buram. Pokonya sinemografinya keren. Cuma di beberapa bagian switch adegan aja yang kurang alus, terutama suara latarnya yang tetibaan senyap.

Bagaimanapun, transformasi karya dari buku ke dalam novel pastilah tidak secara penuh terjiplak. ada bagian-bagian yang tersisihkan, entah akibat perbedaan media penyampaian ataupun dari segi batasan durasi. Denger-denger sih bagian utuh film ini sejatinya full 4 jam. Bisa dibayangkan ada banyak bagian yang terpotong dan tergerus batasan waktu. Sedih juga harus mengalami hal ini.

Wew, film ini layak ditonton. Apalagi mengingat industri perfilman nasional yang sukar mencipta ide-ide yang segar, kecuali film hantu yang bergentayangan. Meski tak berkesan yang luar biasa, film ini sangat menghibur.

Tagged: , , , , , , , , ,

§ 11 Responses to Perahu Kertas 1 「Review」

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Perahu Kertas 1 「Review」 at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: