Ted 「Review」

8 October 2012 § Leave a comment

Title : Ted
Category : Movies
Genre : Comedy | Fantasy
Duration : 106 min
Year : 2012
Director : Seth MacFarlane
Writers : Seth MacFarlane (story), Seth MacFarlane (screenplay), and 2 more credits
Stars : Mark WahlbergMila Kunisand Seth MacFarlane
Alert : 20+ years old (I warn you!)

Rating:

Film ini tai! Hahaha:mrgreen:

Maaf, maaf… kata-katanya ga sopan. Gegara filmnya yang tidak sopan, hingga joke-joke-nya yang amat tidak sopan, maka keluarlah reaksi yang tertular tidak sopan.

Omong-omong, temen-temen dah pada nontonkah? Kalau sudah, itu bagus. Jikalau belum, segeralah ke bioskop terdekat. Film ini tuntas mengocok maag gua dari mula hingga tamat. Bedeeh!

Satu hal ya, sebelum menonton film ini. Pastikan umur kalian lewat dari kepala dua, alias sudah berumur 20 tahun lebih. Karena apa? Karena penjual tiketnya akan bertanya kepada kalian, “Umurnya berapa, Mas?” dengan keramahannya, lalu bila jawabannya tidak 20 tahun ke atas, silakan mencoba antre lagi di lain waktu hingga ia lupa wajah kalian itu. Ya, setidaknya begitulah yang gua alamin kemarin lalu.

Ted—Beruang yang dinamakan Teddy—dilihat-lihat memang imut. Ngegemesin lah, ya. Dan karena motif itulah gua menonton film fantasi ini. Tapi jika melihat lebih lekat…uwiih, itu beruang genggam-genggam botol alkohol, kita langsung bisa menyimpulkan bahwa film ini bukan sekedar “komedi”.

Bila ada yang menebak film ini adalah tentang boneka beruang yang hidup: bisa bicara, makan-minum, serta emosional; iyak bener banget. Kalo ada juga yang menebak film ini berkisah tentang persahabatan anak cowok dengan boneka beruangnya yang hidup, iya bener juga.

Kisah ini berawal dari John Bennett kecil yang tidak memiliki teman—bukan, bukan karena dia ansos, tapi gegara gada yang mau bertemen sama dia. John menginginkan teman, siapapun dia. Di hari Natalnya, John mendapat hadiah boneka beruang lucu yang dinamakan Teddy. Pada malamnya, ia berdoa Ted bisa hidup dan menjadi teman tuk selamanya. *Shiing…* Bintang jatuh muncul tepat saat ia berdoa. Dan paginya, Voila…! Teddy betul-betul hidup.

Ted segera saja menjadi bintang. Muncul di teve-teve sebagai simbol keajaiban. “Look what Jesus did! Look what Jesus did!” katanya. Ted tidak lupa daratan, rupanya ia tidak melupakan persahabatannya dengan John. Hingga John dewasa dan memiliki pacar, Ted tetap kompak dengannya.

Konfliknya sepele. Tentang pilihan antara teman dan pasangan hidup. Kadang yang seperti itu adalah dilema. Kadang pilihan itu memang harus mengorbankan salah satunya. Kadang seperti itu, namun sering kali kita hanya butuh menerima. Setidaknya itu yang gua dapet dari kisah beruang yang bisa bicara ini.

Gua ga berenti-berenti ngocol dengan komedi yang diperagakan oleh beruang ajaib ini. Dengan gaya bicara yang sok-dewasa-banget, wajahnya semacam minta ditampol. Gua sampe penasaran siapa pengisi suara di balik boneka Ted itu, yang ternyata orangnya adalah si sutradaranya sendiri, Seth MacFarlane! Ha!

Film yang penuh kejutan. Penuh dengan adegan wah-apa-banget-deh-ini  yang memukau.

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Ted 「Review」 at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: