Kereta Bawah Tanah

10 January 2013 § Leave a comment

Baru-baru ini sedang ramai dibicarakan di Jakarta menyoal MRT. Panasnya rapat pembahasan megaproyek transportasi massal, Mass Rapid Transit atau yang sering disingkat dengan MRT, menjadi pembicaraan publik DKI.

Sumber: Kompas.com

Tapi, apa sebenarnya MRT itu? Apakah semacam kereta yang super cepat (rapid)? Ataukah kereta yang lintasannya melayang di udara dengan tiang pancang yang menopangnya…seperti yang telah kita lihat di Jalan Rasuna Said? Uhm…atau MRT itu sebetulnya kereta bawah tanah seperti yang Jokowi bilang baru-baru ini?

Uhm…jadi pusing sendiri gua.

Dalam Tempo (26/11), Gubernur Joko Widodo meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi menyebut nama mass rapid transportation alias MRT, melainkan diganti menjadi kereta bawah tanah. Hal itu disebabkan dirinya kerap ditanya oleh warga mengenai MRT. Dia mengatakan, masyarakat di perkampungan tidak paham dengan istilah MRT. Sesungguhnya, ini merupakan apresiasi luar biasa yang ditunjukkan oleh pemimpin kita.

Ada lagi, baru-baru ini media massa heboh dengan wacana Gubernur DKI menyoal permasalahan banjir dan macet. Berita itu tentang rencananya pembangunan Deep Tunnel (terowongan bawah tanah). Terowongan itu sedianya akan dibangun dari Jalan M.T. Haryono sampai Pluit. Lagi-lagi Jokowi tak bergeming menanggapi pemberitaan media yang menyebutkan soal Deep Tunnel tersebut. Ia mengganti kata Deep Tunnel dengan ‘terowongan multifungsi’.

*****

Bahasa merupakan alat komunikasi, dan bahasa yang baik adalah bahasa yang digunakan dan dipahami oleh lawan bicara. Jokowi di sini sedang meneladankan arti dari berbahasa. Bagaimana bahasa itu digunakan sesuai dengan fungsinya, alih-alih bergagah-gagahan karena merasa lebih jago bila bisa berbahasa asing.

Persoalan bahasa tidak hanya sekadar masalah berkomunikasi dan identitasnya sebagai pembeda dari suku bangsa lain, melainkan satu parameter yang dijadikan tolak ukur bagaimana kedaulatan suatu suku/bangsa/negara ditegakkan. Inilah cerminan dari kebanggaan atas apa yang telah dimiliki untuk dapat di”pamer”kan ke dunia.

Gua ga kenal Jokowi dan Ahok, tapi apa yang dilakuinnya adalah luar biasa dalam mencontohkan diri sebagai pemimpin. Belum lagi soal peraturan penggunaan Baju Betawi yang wajib dipakai oleh semua pegawai Pemprov DKI Jakarta, termasuk dirinya setiap Hari Rabu. Sesungguhnya pembangunan yang didasari budaya akan lebih diterima ketimbang mengkopi-paste sesuatu yang datang dari luar, pun jikalau hal itu luar biasa. Semoga apa yang telah dan akan dicapai oleh mereka dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Amin.

Tagged: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kereta Bawah Tanah at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: