Argo 「Review Film」

12 April 2013 § 3 Comments

argo

Title : Argo
Category : Film
Genre : Drama | History | Thriller
Duration : 120 min
Year : 2012
Director: Ben Affleck
Writers: Chris Terrio (screenplay), Tony Mendez (book), 1 more credit
Stars:  Ben AffleckBryan CranstonAlan Arkin

Beberapa dekade yang lalu, Hollywood bekerja sama dengan ARMY untuk mengembangkan teknologi perfilmannya. Hal ini dilakukan karena kemampuan dan peralatan tentara Amerika tersebut dianggap memiliki kecanggihan yang dapat menciptakan efek-efek riil dan dramatis. Hollywood menginginkan itu ada di setiap pembuatan filmnya. Sekarang, berlaku sebaliknya. Tentara Amerika itu membutuhkan “Hollywood” dalam setiap latihannya.

*****

Argo adalah salah satu film—kalau bukan satu-satunya—yang menunjukkan begitu dahsyatnya efek film yang mereka ciptakan. Terlepas dari monopoli bioskop yang terjadi di Indonesia, film-film yang diputar tidak lain tidak bukan adalah produk Hollywood. Lain tidak. Akan sulit menembus box office jika film tersebut berasal dari luar Hollywood. Maka, wajarlah kiranya jika hari ini Amerika mengganggap dirinya Raja Film (bukan raja karcis).

Film selain menjadi hiburan masyarakat dunia juga dapat digunakan sebagai media propaganda. Film terbagi menjadi tiga bagian: movie, film, dan sinema. Movie adalah film sebagai media hiburan bagi masyarakat; film adalah media politik dan propaganda; sinema adalah film sebagai ekspresi masyarakat. Ketiganya bukannya berdiri sendiri, melainkan berkelindan membentuk alur dan rangkaian “gambar hidup”.

Disutradarai oleh pemeran utamanya sendiri, Ben Affleck, Argo memenangkan Piala Oscars 2013 di awal tahun ini. Argo dalam film ini merujuk pada naskah film yang bukan dimaksudkan untuk dibuatkan film, melainkan suatu operasi rahasia pemerintah Amerika dalam krisis Iran. Argo pada awalnya tidak dipublikasikan ke masyarakat luas. Namun, Amerika merasa perlu menunjukkan kedigdayaannya, baik dalam dunia nyata  maupun dunia perfilman. Operasi Argo ini pun akhirnya dibeberkan Presiden Clinton.

Film ini menceritakan tentang misi rahasia penyelamatan 6 diplomat Amerika dari krisis sandera Iran. Saat itu, tentara militan yang dipimpin oleh Khomeini menyerang kedutaan besar Amerika Serikat di Teheran pada tanggal 4 November 1979 sebagai pembalasan karena melindungi Shah yang baru digulingkan. Lebih dari 50 staf kedutaan yang disandera, namun enam di antaranya berhasil melarikan diri dan bersembunyi di rumah duta besar Kanada Ken Taylor. Tony Mendez (Ben Affleck), seorang agen spesialis CIA, dikirim ke sana demi membantu memulangkan keenam orang itu dari amukan tentara.

Lagi-lagi CIA berperan dalam aksi besar: perfilman Amerika ataupun aksi penyelamatan dalam cerita ini. Menurut gue, pemerintah Amerika, Hollywood, dan CIA adalah satu. Berada dalam lingkup yang berbeda, ketiganya membentuk kekuatan dahsyat di dunia. Entah, Hollywood yang memanfaatkan Pemerintah untuk mempromosikan film-filmnya atau Pemerintah yang memanfaatkan Hollywood untuk membantu CIA dalam mendapatkan informasi rahasia. Semua masuk akal.

Ben kiranya ingin menampilkan kengerian tentara militan Iran yang menggulinggkan Reza Shah Pahlavi. Setiap film yang dibuat pastinya mengandung kesubjektifan pembuatnya (sutradara/produser/PH). Terlihat bahwa film ini ingin menunjukkan bahwa sosok agen CIA dan keenam diplomat itu adalah orang hebat dan sebaliknya, para tentara militan itu adalah teror yang perlu dihindari.

Ada hal menarik dari film ini. Negara adalah institusi tertinggi dalam suatu pemerintahan di dunia. Masyarakat selaku anggota dari lembaga itu memiliki hak. Hak untuk hidup adalah hal utama yang patut negara perjuangkan. Di sini, Argo menunjukkan begitu pedulinya pemerintah Amerika menjunjung tinggi keselamatan jiwa warga negaranya.

Inti dari film ini adalah penyelamatan 6 orang Amerika yang terancam nyawanya di negara lain. Gua terperangah melihat kenyataan itu. Sebegitu relanya memikirkan rencana gila yang tak banyak orang-orang bayangkan—bahkan dianggap konyol. Pemerintahnya sendiri dengan operasi rahasianya bergerak langsung menyelamatkan mereka. Hal yang jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Negara Indonesia.

Diangkat dari kisah nyata,  Argo ditampilkan dengan sangat apik. Riil! Mulai dari orangnya yang jadul-jadul, tampangnya, dandanannya, sampai latar yang ’80-an banget! Gak nyangka aja sang sutradaranya itu adalah si pemain utama. Ben, elo keren abis!

argo

Tagged: , , ,

§ 3 Responses to Argo 「Review Film」

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Argo 「Review Film」 at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: