Life of Pi 「Review Film」

13 April 2013 § Leave a comment

life of pi

Title : Life of Pi
Category : Film
Genre : Drama | Adventure| Fantasy
Duration : 127 min
Year : 2012
Director : Ang Lee
Writers :  Yann Martel (novel), David Magee (screenplay)
Stars : Suraj SharmaIrrfan KhanAdil Hussain | and many more…

Sangat aneh melihat seorang bocah ABG yang memiliki keyakinan hingga 3 sekaligus: Hindu, Katolik, dan Islam. Ketiganya membawa sang bocah kepada kedamaian hati dan pikiran sehingga ia merasa tak ingin melepas salah satu keyakinannya. Pun ketika ayahnya menyuruh bocah tersebut memilih satu di antara ketiganya, ia masih keukeuh. Walaupun masih bocah dan dapat dianggap keliru, ia tetap memiliki suatu pemikiran. Pembelajaran.

Pi, namanya. Kenapa namanya Pi? Karena semasa SD, ia selalu diejek teman-temannya dengan sebutan “pipis”, alih-alih memanggilnya dengan nama sungguhan. Dalam pelajaran matematika di sekolah SMP, ia menunjukkan kecerdasan luar biasa dengan menghapal angka aljabar yang disusun sedemikian rupa sehingga kerumitan menghapalnya berada pada tingkat dewa. Ia menyebut dirinya Pi (π), yakni bilangan bantu dalam rumus lingkaran. Ia menganggap Pi adalah bilangan sempurna.

Ayahnya memiliki kebun binatang. Saat terjadi krisis di India, mereka sekeluarga memutuskan untuk pindah ke Kanada. Praktis hewan-hewan kebun binatang ikut diangkut ke dalam kapal. Baru setengah jalan, badai tak dapat dihindari sehingga kapal itu karam perlahan-lahan. Beruntung, beberapa saat sebelum badai mengamuk, Pi tertarik untuk melihat “kehebatan” badai itu. Di luar, ia melihat dengan mata kepalanya amukan badai yang bergulung-gulung di badan kapal yang besar itu. Tak lama, Pi dengan terpaksa meninggalkan keluarganya yang terlelap di dek sebelum kapal itu tenggelam.

Life of Pi menceritakan seorang anak muda yang “bersahabat” dengan harimau di tengah-tengah lautan. Jangan bayangkan mereka akan saling berpelukan dan berbagi makanan. Justru sebaliknya, harimau berkali-kali berusaha untuk menerkam Pi Patel demi menjaga perutnya tetap kenyang. Pun pada akhirnya mereka berdua bekerja sama menjadi kawan.

life

Pada dasarnya harimau adalah binatang liar. Secara naluriah, harimau adalah konsumen teratas dalam rantai makanan. Hewan karnivora ini dapat membunuh dan memangsa buruannya dengan sangat buas. Wajar jika usaha Pi menjinakkan Richard Parker (nama harimau tersebut) tidak kunjung berhasil. Dan kebuasannya terbukti di atas kapal mungil yang terombang-ambing di lautan.

Terhanyut di tengah-tengah lautan itu semacam mengikhlaskan hidup menunggu kematian. Sepi. Sendiri. Rasanya sebelas-duabelas layaknya Tom Hanks dalam Cast Away yang terdampar di pulau tak berpenghuni dan bertahan hidup. Gue ga mau ngebayangin. Ngeri!

Ceritanya keren! Bagaimana proses “keakraban” antara Pi dan Richard dikisahkan dengan begitu alami. Pi tidak langsung bertemu muka dengannya, melainkan dikisahkan terlebih dahulu sepotong mukadimah saat ia ingin memberi makan Richard dengan  sepotong daging. Ayahnya yang melihat adegan itu memarahinya dan menghukumnya dengan memperlihatkan keberingasan yang dimiliki harimau saat ada kambing (mangsa) berada dalam jangkauannya. Ketakutan itu akhirnya terbawa sampai ia bertemu di perahu kecil itu.

pi

Film ini mengajarkan bagaimana kita memposisikan diri terhadap hewan, terutama hewan liar. Harimau yang dasarnya adalah hewan buas, toh dapat ditaklukkan asalkan kita punya keberanian dan kekuatan yang cukup untuk menghadapinya. Pi memang takut, tapi tak serta-merta membuatnya menyerah untuk berkomunikasi dengan harimau Bengali itu.

Secara psikologis, emosi yang terbangun antara Pi dan Richard ngena banget! Natural abis! Latarnya keren! Lautnya amazing sekaliiii *berbinar-binar ngeliat sinematografinya yang begitu memukau* Beda banget dengan film/sinetron/tayangan buatan negeri sendiri yang terlalu menganggap latar, karakter, serta tempo yang dibangun hanya sekadar unsur tempelan saja.

Ga jauh-jauh, kiai bertasbeh en bocah “robot” yang diseting jadi Pangeran Cilik begitu menipu otak. Pembego-begoan yang cetek ilmunya. Seenggaknya, buatlah latar dan karakter yang kuat, bukan hanya menonjolkan tampang yang acap kali di-zoom-in zoom-out hingga pori-porinya keliatan gitu.

whale

Scene favorit gue adalah momen di mana Paus biru berjumpalitan di sekitar perahu Pi Patel yang mengakibatkan persediaan makanannya berhamburan di lautan. Itu keren bangettt! Sumfe, semacam gurunya eyang guru 3D Max itu mah:mrgreen:

argo

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Life of Pi 「Review Film」 at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: