Buron

2 June 2013 § Leave a comment

Lema yang bertahun-tahun dipertanyakan bokap gua: Buron!

Rubrik Bahasa

Lampung Post, 25 Mei 2011. Adian Saputra, Asisten Redaktur Bahasa Lampung Post

PARA redaktur sering menggunakan frasa “buronan pencuri” untuk menunjukkan pencuri yang sedang dicari polisi. Polisi juga acap menyebutkan daftar pencarian orang dengan singkatan DPO.

Kata buron atau buronan lalu akrab dipakai penutur bahasa untuk orang yang dicari-cari. Misalnya, saat karib kita menanyakan seorang teman. “Eh, mana ya si Wiji?”. Yang lain menjawab, “Enggak tahu tuh, lagi buron.”

Dalam praktik berbahasa, penggabungan dua kata yang salah satunya menggunakan buron acap salah. Misalnya dalam judul sebuah artikel berita: “Buronan Pencuri Kabur ke Banten”, “Polisi Buru Buronan Pencuri ke Medan”.

View original post 193 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Buron at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: