Backpacker ke Bali

1 November 2013 § 48 Comments

B A L I . . . . ! ! ! ! !

B A L I . . . . ! ! ! ! !

Udah kepincut dari awal kenal traveling, akhirnya tiba juga waktunya mengeksplorasi Pulau Dewata nan indah. Berawal dari ajakan bangke Ijul buat vacation bareng ke Bali, kebetulan tuh gue baru banget dapet arisan. Huft, pupuslah harapan gue buat beli SLR tahun ini.

Preparing
Persiapan adalah setengah dari perjalanan, begitulah kata pepatah traveler. Ada tiga hal penting yang kudu dilakuin ketika kita mau traveling. Dari pengalaman gue, tiga hal ini bikin trip kita jadi jauh lebih menyenangkan.

Pertama, akomodasi. Akomodasi itu menyangkut apa, bagaimana, dan di mana kita liburan. Sejauh ini, itinerary adalah hal yang penting untuk disusun. Istilah organisasinya sih rundown. Atau skedul. Hari pertama mau ke mana, hari kedua ngapain aja. Tanpa itinerary sih tetep seru. Tapi mengingat trip kali ini berbudget terbatas, gue harus meng-cut segala hal yang berbau “tak-terduga”: pengeluaran tak-terduga, oleh-oleh tak-terduga, dan nasib apes yang tak-terduga.

Selain itinerary, persiapin juga tiket transportasi beberapa bulan sebelumnya supaya ngga keabisan. Maskapai penerbangan biasanya kasih diskon yang menggiurkan kalo belinya dari jauh-jauh hari. Mayan kan bisa menghemat beberapa ratus ribu. Jangan lupa juga penginapan. Minimal untuk mencari-cari informasi tentang bagaimana sistem penginapan di lokasi trip kita. Kebetulan penginapan di Bali jarang ada yang bisa di-booking. Yang ada kita cek TKP untuk cari-cari penginapan yang cocok, baik itu cocok kenyamanannya, maupun cocok buat kantong kita.

Kedua, packing. Ibaratnya, akomodasi adalah persiapan jauh-jauh hari, sedangkan packing adalah persiapan menjelang hari keberangkatan. Packing yang bagus itu adalah yang barang bawaannya diceklis-ceklisin macam to-do-list. Otak manusia kan ngga serapat serat kondom yang celahnya sempit…sampe-sampe gerombolan cebong putih susah nyeplos ke ovarium. Pasti ada satu-dua hal yang nyelos dan bikin lupa. Maka, sesempatnya ditulis kesediaannya biar ngga ketinggalan. Ga mau kan pas liburan kita lupa bawa koper sekaligus isi-isinya gegara lupa dicek? Dan bagaimana bisa koper lupa kebawa? (kasih contoh yang lebih logis dikit napa)

Ketiga, nelpon pacar.

Selain tiga hal di atas, ada satu lagi yang bikin trip kita berkesan. Apa lagi kalo bukan oleh-oleh. Oleh-oleh ngga selalu yang kudu dibeli, loh. Apa aja bisa. Bagi gue, oleh-oleh yang paling keren adalah foto-foto liburan. Jadi, SLR penting banget nih buat trip. Terutama trip ke Bali! Jika tidak punya, silakan bertanya kepada kawan yang mau meminjamkan kameranya. Tapi kalau tidak ada juga, enjoy aja dengan liburannya. #GituAjaKokRepot

DAY 1

Flight
Dua kali dalam tiga tahun pas semasa SD, gue ke bandara mengantar dan menjemput saudara pergi-pulang ke Jepang. Ingatan masa kecil hanya sekelebatan kolom besar berwarna merah marun yang menjulang tinggi, menyangga terminal tua yang melengkung. Percis seperti tampilan latar adegan Rangga dikejar-kejar Cinta dalam film AADC yang tayang beberapa tahun setelahnya.

Terminal 3 Kali ini gue ga menemukan memori semasa kecil di bandara ini. Terminal 3 berbeda dari Terminal 1 dan 2. Dengan desain modern sederhana, terminal khusus Air Asia dan Mandala ini cukup apik penataannya (terkecuali soal penerbangan pertama langsung kena delay hampir 1 jam!). Setelah nunggu beberapa saat di boarding lounge, gue dan Ijul menuju pesawat (penumpang kalo mau ke pesawat kudu jalan kaki lewatin apron bandara!! huh!).

Bali, Aku Datang!

safe flight

safe flight

Kali ini moda perjalanan gue naik level sedikit: pesawat terbang! Setelah sekian lama mendamba naik pesawat, tiba saatnya untuk membuktikan diri bahwa awan itu bukanlah benda padat. Seorang backpacker yang menginginkan perjalanan murah tidak berarti alergi dengan pesawat terbang yang biasanya berongkos mahal. Itulah gue… Gue ngga percaya orang liburan dengan prinsip menyengsarakan dirinya: tekan budget sekecil-kecilnya. Pastilah mereka mencari kenyamanan juga. Jadi, mau itu backpacker, koperer, maupun ranseler, mereka tidak mencari kemurahan (cheapest), melainkan kenyamanan yang terjangkau (affordable). Itulah yang gue lakuin pada trip kali ini.

Gue pun mencari tiket yang murah. Kebetulan Air Asia masih menyisakan promo yang sedikit lebih murah (sedikit loh, ga banyak!) di bulan Oktober. Sialnya, waktu penerbangannya larut malam. Jadilah gue sampai di Ngurah Rai pukul 11.30 WITA. Keluar dari bandara, gue diserbu sopir taksi yang mangkal di depan tempat parkir. Jikalau beruntung, kita bakal menemukan satu-dua ojek di sana. Malam itu, gue numpang APV, mobil jemputan Tune Hotel!! (What a lucky guy, eh?).

Tune Hotel adalah hotel berbintang yang lokasinya di dekat Kuta (jangan tanya gue kenapa gue bisa ikut numpang jemputan hotel ini!!). Sesampai di lobby Tune Hotel tuh udah tengah malem abis. Beruntung sebelum ke sini mampir dulu cari makan, Jadi gue dan Ijul bisa lebih santai cari penginapan di daerah Kuta. Setelah berjalan terseok-seok sepanjang 500 meter, gue sampai di Hotel Hard Rock. Ga mungkin lah ya gue coba-coba nginep. Imagine that…lewat tengah malem, sepasang cowo berpenampilan turis KW-2 membawa-bawa koper buluk dan tas tenteng olahraga transparan trus ngejogrog begitu aja di depan hotel bintang lima…apalagi kalo bukan buat foto-foto!

Penginapan
Perihal penginapan murah, Jogja terkenal dengan Malioboro (Sosrokusuman dan Sosrowijayan), sedangkan Bali terkenal dengan Kuta (Poppies Lane 1 & 2). Penginapan yang gue tuju adalah Losmen Arthawan di Poppies Lane 2. Jalan terdekat menuju ke sana adalah dengan melalui Poppies Lane 1. Dalam memilih penginapan, gue fleksibel aja. Asal sreg di hati dan ada kamar mandi dalam, plus terjangkau, gue deal. Sambil jalan ke sana, di sepanjang Poppies Lane 1 gue sekalian aja mengecek penginapan terdekat, kali aja ada yang cocok.

Rita Hotel

Seratus meteran dari pertigaan Poppies Lane 1 ada Rita Hotel. Gue dan Ijul icip-icip ke dalam, ujug-ujug diantar ke kamar yang paling atas dan paling bagus (ada AC-nya, bok!). Harganya Rp 200 ribu/hari. Tetapi setelah ditawar-tawar, boleh ditempati dengan budget Rp 450 ribu/3 hari. Ga perlu cari yang lain, saat itu juga langsung deal, langsung mandi, langsung tepar! Hahahaha:mrgreen:

DAY 2

Bangun-bangun gue bengong-bego kayak Hangover-nya Stu, Phil, dan Alan. Sial, kesiangan! Tau-tau dunia sudah mendahului gue bangun dan gagal sunrise hari pertama.

Kuta
Males-malesan, gue mandi. setelah menyapa pagi (kesiangan woii!) gue menuju Kuta. Pantai eksotis ini ternyata jauh dari mimpi buruk gue sebulan yang lalu, di mana bungkus taro berserakan di manapun, air pantai cokelat butek, plastik setengah kilo ngebuntel-buntel menambah variasi kengerian mimpi malam itu…Ternyata pantainya bersih, resik, ga becek!

Untuk menjelajahi Bali, penting banget untuk tahu alat transportasi yang gandrung di sana. Berbeda dengan Jakarta yang memiliki banyak pilihan angkutan umum, Bali ternyata tidak ramah dengan angkot. Transportasi umum di Kuta sepenuhnya hanya ada taksi. Alhasil, gue memilih sepeda motor untuk berkeliling pulau (seolah-olah luas Bali cuman se-Jakarta, gitu).

Penyewaan sepeda motor lumayan terjangkau. Sehari hanya Rp 50 ribu (belum termasuk Rp 15 ribu entah untuk asuransi apa). Pilihan moda ini cocok buat kawan-kawan yang ingin liburan couple. Kalo lebih dari 4 orang, disarankan untuk menyewa mobil saja, lebih nyaman dan aman. Kalo rombongan, mending sedia Hiba. Kalo sendiri aja, cukup berjalan kaki.

Satu hal yang menyebalkan dari penyewaan motor adalah bensin selalu kosong. Selalu. Entah ini nasib sial atau ada unsur kesengajaan. Dan hal lainnya adalah mesin motornya mengkhawatirkan. Untuk menuju pom bensin, gue harus sedikir keluar dari Kuta. Dan selama di jalan, gue menemukan Circle K di tiap 100 meter.  Bali bukan hanya berjuluk Pulau Seribu Dewa, melainkan Pulau Seribu Circle K.

Pura Ulun Danu Bratan
Mendengar namanya, gue masih asing. Ngga pernah sekalipun diucap kawan-kawan gue yang mondar-mandir ke Bali. Tapi ketika melihat fotonya, gue-amat-sangat-familier! Pura Ulun Danu merupakan sedikit ikon Bali yang wujudnya lebih terkenal dibanding namanya. Berjarak hampir 60 km dari Kuta, Pura Ulun Danu terletak di pinggir Danau Bratan. Suasananya menyerupai Puncak Bogor, baik itu jarak jempuh yang diukur dari Jakarta, ataupun suhunya yang dingin-dingin empuk itu. Perbedaannya hanya kondisi jalannya yang lengang-asoy-luar-biasa.


Awalnya agak ragu juga karena jauhnya perjalanan (pake sepeda motor pulak!). Mengingat juga tukang parkir di Pantai Kuta menyebut angka 3,5 jam untuk sampai. Sementara itu, Google Maps memperkirakan waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam. In fact, pukul 11.00 WITA berangkat, satu setengah jam kemudian sudah tiba di Danau Bratan. Google Maps, You’re Rock!!!

Danau yang terletak di kawasan Bedugul ini menawarkan pesona yang menakjubkan. Pemandangan gunung yang berdiri kokoh di seberang danau terlihat begitu memesona. Bayangan yang jatuh di gunung menambah indahnya horizon yang ditampilkan arsitektur alam di tengah-tengah pulau ini. Sempat terpikir untuk berada di sini lebih lama. Tapi sayang banget, sorenya kudu udah di Tabanan untuk mengejar sunset di Tanah Lot.

Tanah Lot
Berjarak sekitar 50 km dari Ulun Danu (24 km dari Kuta), Tanah Lot bisa dicapai kurang dari 90 menit. Awalnya agak mengkhawatirkan kondisi matic yang gue sewa, takut mabok di jalan. Namun, jalan yang mulus kinyis-kinyis dan pemandangan lahan pertanian yang membentang lapang melenakan mata. Tanah Lot merupakan pura yang dibangun di atas bongkahan batu besar (pura yang satunya di atas tebing).

Konon katanya, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Keindahannya selalu diabadikan para turis yang berkunjung kemari, biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini.

DAY 3

Damn, di hari ketiga pun gagal liat sunrise gara-gara hujan…
…saatnya tidur lagi sampai jamnya sarapan.

Dari ripiu-ripiu penginapan yang murah di Kuta, hampir semuanya menyediakan sarapan. Begitu pula dengan Rita Hotel. Di sini sarapan tersedia mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WITA. Sarapannya berupa roti panggang isi telor dadar, lumayan kan buat ngeganjel perut. Selain roti, buah-buahan seperti semangka juga dihidangkan, bikin seger pas cari-cari cinderamata di sekitaran Poppies Lane.

Padang-Padang Beach
Setelah asyik beliin cinderamata buat orang rumah, gue siap menuju ke pantai. Yeah, pantai!!!:mrgreen: Pantai Padang-Padang berada di kawasan selatan pulau. Sedikit melewati GWK, kita akan dihadang hamparan pantai yang mengintip di antara tebing-tebing khas Uluwatu. Ga sampai satu jam mengendarai motor, gue udah sampai di pantai newbie ini. Namanya sih ga seterkenal Kuta ataupun Sanur, tapi pesonanya ajigile merangsang! Hijaunya betulan hijau, birunya lapis lazuli.

Hamparan pasir pantainya lembut, terdiri dari miliaran butiran bulat dari pasir putih. Bener-bener masih perawan! Asli! Ga bohong deh, Padang-Padang Beach is hidden paradise! Kalo udah nyebur, ngga kepengen buat naik lagi. Airnya bening tujuh turunan. Mata ngga perih saat di dalamnya, menyelam pun jadi menyenangkan. Gue bakal betah sampe sunset kalo aja ga inget ada pagelaran Tari Kecak di Pura Uluwatu. Akhirnya gue buru-buru menuju TKP tanpa ganti baju.

Uluwatu Temple
Jaraknya dekat betul dengan Padang-Padang ternyata. Ngga lebih dari 15 menit, gue udah sampai di pintu masuknya. Pura yang berada di wilayah Desa Pecatu ini berada di tebing setinggi 97 meter dari permukaan laut. Selain pura yang menjadi daya tarik, terdapat Pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar. Ombaknya yang bergulung-gulung kasur itu menarik minat surfer mancanegara, bahkan sampai diadakan event internasional di pantai ini.

Satu hal yang keren dari Uluwatu adalah keberadaan monyet-monyet liar (atau jinak?) yang begitu akrab dengan para turis. Hubungan dua arah sesekali terlihat dari interaksi mereka. Gue cuma bisa mesem-mesem melihat keamazingan yang dimiliki pulau ini. Keren gilak! Karena tujuan utama gue adalah melihat Tari Kecak, maka gue tanpa buang waktu ke tempat pertunjukan. Dengan merogoh kocek sebesar Rp 70 ribu, gue masuk ke semacam amphiteathre yang telah penuh dengan para penonton. The show begins : )

Katarsis
Bali merupakan trip ketiga gue dalam 3 tahun terakhir. Setelah tahun lalu ke Jogja dan Pulau Tidung setahun sebelumnya, Bali merupakan liburan yang paling mengesankan. Menjelajahi sebagian kecil pulau sudah memberikan makna baru dalam laci-laci pengetahuan yang gue punya. Kecenderungan gue terhadap pantai dan laut menjadikan trip kali ini lebih memberikan effort yang begitu positif. Dan Pertunjukan Tari Kecak di tepi jurang ini seakan menjadi katarsis layaknya ejakulasi di akhir ereksi.

Awesome Bali!!! Semoga next trip bisa segera terealisasi: LOMBOK! …atau KARIMUN JAWA!!:mrgreen:

Tagged: , , , , , , , ,

§ 48 Responses to Backpacker ke Bali

  • Yudi says:

    Pantai Padang-padang nya keren…

  • Ajeng says:

    mau ke bali nih tgl 28des13-1jan14 untuk pertama kali nya. tapi masih bingung masalah penginapan.. 4 malem disana enak nya kemana aja ya? terus cari penginapan di poppies kalo sambil jalan bawa koper gitu memungkinkan ga yah..? info nya dong🙂 makasih..

    • ibnumaroghi says:

      Whoaaa, asik parah ke sana pas tahun baru !!! :0
      Mupeng, tau gak!?:mrgreen:

      Untuk penginapan, bisa banget ngiter-ngiter Poppies sambil nyeret koper. Santai aja🙂
      Di poppies banyak yang terjangkau kok. Coba aja Rita Hotel atau Losmen Arthawan. Itu udah yang recommended di sana.

      4 hari di sana bisa sampe keliling pulau loh!
      Hari 1: ke Pantai Sanur liat sunrise. Bisa sampe agak siang. Setelah itu ke Tanjung Benoa liat ternak penyu. Trus sorenya bisa ke Uluwatu liat sunset dan Tari Kecak :0
      Hari 2: leyeh-leyeh aja di Kuta sampe agak siangan. Lanjut ke GWK di selatan, abis itu main-main di Pantai Padang-padang. Abis puas main, balik ke Pantai Kuta buat liat sunset.
      Hari 3: ke Ulundanu atau ke Kintamani kalo transportasinya memadai. Bisa juga ke Ubud yang permai. Sengkedannya keren! Sorenya ke Tanah Lot.
      Hari 4: cari oleh-oleh di sekitaran Kuta-Legian.

    • Kiko says:

      Kayak nya kalau untuk tahun baru jgn nekat sebelum ada booking hotel..pasti nya hotel penuh semua…

  • reva revo says:

    seru seru…. itinerary nya hampir sama dengan gw hanya saja saya lampaui itu dalam sehari…. jujur sy gak tau jalan tapi berkat supir ojek pribadi semua lancar jaya hahahhaa

  • huri says:

    Kalo sewa 1 kmr hotel ditempatin lebih dr 2 orang (misal 4 org) boleh gak gan di bali ?

    • ibnumaroghi says:

      Mungkin bisa, tapi kamarnya yang sesuai dengan kapasitasnya. Hehehe
      Coba deh hubungi langsung ke kontaknya. Bisa dengan mengklik gambar Rita Hotelnya🙂

  • Yanuar says:

    Haem… buset, kerenttt..

    Kalau jaman SMA piknik ke Bali tidak bisa puas karena digencet jam terbang yang bikin menikmati tempat wisata jadi terbatas.. besok Mei 2014 aku coba singgah lagi ke sana ahhh… BTW, waktu cari hotel boleh lihat kamar nya dulu baru booking gak ya

  • […] di antaranya adalah tulisan tentang perjalanan (bukan) backpacker gue ke Jogja dan ke Bali. Sejak terposting, laman keduanya selalu rame pengunjung. […]

  • Joni says:

    Brohhhhh,, mantab nih tulisannya..
    Pengen kesana tapi ama cwe gw. kira2 di hotel Rita itu boleh sekamar gak ama wanita yg belum istri? penghematan broo… :ngakak

  • Joni says:

    btw buswei lagi bro… itu pake motor keliling bali dengan kecepatan berapa ente bisa nyampe cepet bro? cuma modal google maps ya?
    disana aman ya lingkungannya bro?

  • yuli says:

    kueren habis blognya

  • pethakilan says:

    Tas merahnya eikecing sekaleeeee.. :))

  • Milta Muthia says:

    Bro abis berapa itu kira2 total biaya diluar tiket pesawat? biar bisa nyiapin dulu tabungan buat kebali!

    • ibnumaroghi says:

      Kira-kira sekitar 500ribu. Nggak terlalu mahal yah. Belom termasuk oleh-oleh en tiket pesawat.

  • dhanny says:

    Pengecekan ktp di bandaranya standart kan bro???sm kyk soeta misalnya (gk masalah kadaluarsa-yg penting ada) soalny gua urus e-ktp,lamaaaa, n br punya resinya.aman gk tu ya kira2 bro??

  • ameliaresi says:

    ahh seru banget bisa backpackeran kayak gitu,,, gue dari kelar SMA sampe mau kelar lagi kuliah ga bisa bisa huhu *curcol* mupeng paraaaaah >,< .. anyway tulisannya bagus , keep bloging yah😀

    • ibnumaroghi says:

      Ahahahahaha ayok dong rencanain dari sekarangg. Celengin duit sisa jajannya.:mrgreen:
      Makasi yaa udah baca.🙂
      Keep blogging juga!

  • Gunawan says:

    wow keren.. tagl 24 Oktober ini rencan ke Bali bareng teman-teman (even cuman bertiga seh) kalau transport dari penginapan ke tempat wisata kayak bedugul kan jauh utu naik apaan ? trus biaya nya berpa?> kayaknya naik travel bukan backpacker banget …

    • ibnumaroghi says:

      Asikkk!:mrgreen:
      Kalo gue waktu itu berdua, jadi cukup nyewa motor. Hehe. Sewa per harinya cuma Rp65.000 kok. Bensin tinggal beli. Perjalanan nggak sampe 1,5 jam dari Kuta. Maknyus banget deh!

  • nuansanya tersasa seru + gokil abiz mas bro
    rekomendasi & pengalaman yang bikin w mupeng😀
    yakin cuma 500rb?!
    murah BGT

  • pri says:

    masbro kalo cuma 3 hari di bali(jumat-minggu) enak nya kmn aja tuh,,hari 1, 2,..ane ama istri & 1 anak, minta saran nya donk,, thanks..

    • ibnumaroghi says:

      Hari 1:
      Jalan2 santai di Legian-Kuta. Banyak tempat-tempat asik yang cukup enak dilihat (dan ga perlu dibayar hehe). Main-main di pantai Kuta. Pas menjelang siang bisa ke Pantai Padang-padang. Pantainya keren.

      Hari 2:
      Subuh langsung cus ke Pantai Sanur lihat sunrise. Trus abis itu ke Ulun Danu. Keren abis, Mas! Danaunya bikin takjub. Agak jauh perjalanannya, tapi worth it! Opsi lain bosa ke Danau Kintamani. Saya belum pernah, tapi katanya lebih asoy daripada Ulun Danu. Siangnya bisa ke Tanah Lot nunggu sunset.

      Sisanya bisa jalan-jalan santai sekitaran kuta buat cari cinderamata.:mrgreen:

  • De Special One says:

    Sangat Keren Bro…Itu 500 ribu termasuk makan juga ga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Backpacker ke Bali at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: