Catching Fire! 「Review Film」

6 December 2013 § 2 Comments

Tersulut! Sebuah ungkapan yang akan kita dengar jika ada penyulutnya (bray, dari kata awalnya aja udah tersulut…ngapain juga penyebabnya pakek kata yang ada sulut-sulutnya gitu).

Wew, jadi gini guys…

Cerita bermula ketika Prim, adiknya Katniss, terpilih untuk mewakili distrik 12 di Hari Pemungutan Hunger Games. Permainan bunuh-bunuhan ini dibuat untuk memperingatkan penduduk Panem atas pemberontakan yang pernah terjadi di masa lalu (iya, iya, ide “permainan bunuh-bunuhan”nya emang mirip sama film Battle Royale sih, bro). Sialnya, pada Hunger Games ke-74, Katniss gagal terbunuh gegara kejadian “buah berry” dan akhirnya menjadi juara bersama Peeta. Peristiwa ini adalah kali pertama, belum pernah ada pemenang Hunger Games yang lebih dari satu orang.

Pemberontakan “kecil” dengan buah berry tersebut memantik adanya pemberontakan yang lebih besar. Pemberontakan terhadap pemerintah di beberapa distrik akhirnya terjadi. Alhasil, Presiden Snow murka. Ia tak bisa membiarkan “bibit-bibit pemberontak” tumbuh subur disemai oleh percikan api “buah berry” itu. Ia harus menghabisi pemicunya: Katniss! Maka, di Quarter Quell ke-3, yakni Hunger Games ke-75 di tahun selanjutnya, Snow merencanakan untuk menghabisi “gadis yang terbakar” itu.

Film Catching Fire dieksekusi di bawah harapan. Banyak adegan-adegan penting yang membuat alur film ini terlihat terpotong-potong. Okay, memang novel dengan film tidak akan pernah bisa dibanding-bandingkan. Tapi melihat dari sudut pandang orang yang belum membaca novel sebelumnya akan kesulitan mengunyah scene demi scene yang diolah Francis Lawrence.

Sebut saja adegan “kecil” Katniss yang bertemu dengan dua penduduk distrik lain yang menyebutkan soal keberadaan distrik 13—yang padahal sudah dianggap telah dimusnahkan Capitol. Itulah kenapa isu pemberontakan (Catching Fire) bisa menggelora hingga ke hampir semua distrik. Adegan lain adalah soal disetelnya video pertarungan Haymitch di Quarter Quell ke-2 yang memperlihatkan cela dari batas area Hunger Games. Dari situlah Katniss dkk bisa berasumsi dengan amat logis bahwa sebetulnya area Hunger Games ngga mungkin enggak bisa ditembus.

Kalau ada hal positif dari film ini adalah pendeskripsian bentuk “pantai” yang menyerupai bentuk jam. Sebelumnya saat membaca novelnya gue agak kesulitan untuk membayangkannya, tetapi Lawrence melukiskannya dengan sangat baik. Nilai tambah deh buat film ini.

Lagi, kali ini Jennifer Lawrence bermain aman. Karakternya yang pendiam-ansos-dingin tak perlu banyak diulas. J-Law dengan mudah melakukannya hahaha. Berbeda dengan Katniss ini, karakter Peeta yang sanguin-charming-populer ternyata kurang dieksplor dengan baik oleh Josh Hutcherson. Duh, gue ngerasa Peeta di film ini (dan di film sebelumnya juga, catet!) beda dan kurang menarik dibanding deskripsi di dalam novel. Seriously, saat ada satu karakter yang kalem-dingin, harus ada penawarnya biar ga kelewat garing. Karakter hangat-populer gitu yang cocok, dan itu enggak terlihat dalam sosok Peeta yang masih imut-imut ala ABG.

Over all, film ini not bad-lah untuk ditonton. Gue juga ga ngasih nilai jelek. Menghibur juga kok walaupun adegan ciumannya suka di sembarang tempat. Harapannya sih di sekuel terakhir Hunger Games ini sang sutradara bisa kasih ending yang epik. Ga perlu yang sekeren Harry Potter, tapi paling enggak jangan sampai di bawah Breaking Dawn-nya Twilight.

rate-8

Tagged: , , , , ,

§ 2 Responses to Catching Fire! 「Review Film」

  • nourygagarin says:

    aaarr, gue juga kuciwa banget gak ada adegan katniss ketemu 2 orang yang kepengen ke distrik 13. padahal adegan itu penting banget karena di situlah pertama kalinya misteri tentang distrik 13 terbuka. dan ternyata, gak cuma gue doang yang bingung sama ‘jam’ ketika baca novelnya. suka reviewnya gi, setuju.

    • ibnumaroghi says:

      Emang. Susye buat nangkep kesan Distrik 13 itu masih ada kalo ga ada “pendahuluan”nya.
      Hahaha iyap bener. Gue kira pantainya itu emang beneran pantai yang luaaasss banget. Ga kebayang makanya sama otak gue yang sempit.

      Kamsia kamsia udah mampir:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Catching Fire! 「Review Film」 at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: