Masih Kertas Kosong

29 December 2013 § 2 Comments

[blank]

Masih kertas kosong.

[blank]

Menunggu untuk diisi, entah dengan tulisan berbobot atau racauan belaka. Toh ujung-ujungnya akan berakhir dengan CTRL+A >> Delete. Biasanya begitu. Bahkan untuk urusan makalah akhir saja tak ada pengecualian.

Semester ini seperti tak ada apa-apanya. Begitu saja melewatinya hahaha. Tanpa makalah akhir—baca: mini skripsi—mana enak mengakhiri setengah tahun gasal ini? Yang ada malah kebosanan untuk menjadi penonton (pemandu sorak?) kawan-kawan yang riweuh dengan tugas seabreknya. Ujung-ujungnya iri, sih. Kapseling, Saslis, Pengbas, atau bahkan BIJ. Pun sebagian lain yang sedang menyelesaikan skripsi.

Aha, Skripsi! Kata yang tabu diucapkan mahasiswa tingkat akhir seperti gue. Sensitif bawaannya. Pernah beberapa kali ditegur Jo karena mengucapkan sembarangan. Halah!

Kalau mudah menyerah dan tak tahan, bisa saja menyerah: ambil non-skripsi! Tapi sepertinya itu bukan pilihan yang keren, ya. Seperti seorang ketua organisasi yang tak kuat dengan beban kerjanya lalu meminta mundur dari jabatannya. Seperti kalah 4-1 versus Atletico Madrid saat main master league di PES 2013 lalu memutuskan untuk exit dan memainkannya kembali hingga memperoleh kemenangan (curang!). Seperti ada yang hilang, rasa bersalah. Entahlah. Hanya merasa tak ada tantangan saja.

Skripsi, apalagi peminatan sastra, adalah lahan abstrak yang harus disusuri dengan sabar. Segalanya begitu luas, begitu banyak yang dapat diolah; anehnya abstrak, sulit jika tak memiliki pijakan awal di jalan setapaknya.

Prosa, drama, dan puisi. Bahasannya begitu luas sesuai dengan pendekatan kajiannya. Psikologi, sosiologi, gender, komparatif (sastra bandingan). Wilayahnya lebih luas: sastra anak, sastra populer, sastra S besar, sastra melayu tionghoa. Metodenya bisa dengan kritik sastra: struktural, mimesis, impresionistik, dan lain-lain (payah banget ga inget semuanya).

Sejak awal saja sudah—dipaksa—belajar tentang makna tersirat. Tentang sastra adalah seni yang memuat banyak makna, banyak tafsir. Ironisnya, akademisinya disuruh menjelaskan ITU semua dengan bahasa yang tersurat: jelas, bermakna tunggal, dan tidak bermajas-majas.  Hahaha lucu juga.

Sebetulnya enggak lucu dan ngga bersifat ironis. Justru dengan bahasa yang “kaku” tersebut kita sebagai akademisi dapat secara zakelijk menjabarkan segala hal tersirat sejelas-jelasnya hingga tak ada lagi yang tak-tersiratkan. Betul begitu?

Kok gue merasa tulisan ini makin abstrak…

Secara teori, mengerjakan skripsi itu menyenangkan. Secara teori, lho. Teori dan praktik biasanya saling mengisi keberadaannya alias tak seiring-sejalan. Selalu berkebalikan. Ini pun sebetulnya teori. Teori Theory-Practice Paradox, namanya. Bahwa teori dengan praktiknya tidak pernah berkelindan.

Teorinya, Setelah berkuliah selama empat tahun, mahasiswa Sastra Indonesia dapat mengetahui, mengerti, serta memahami dunia sastra, terutama Sastra Indonesia. Praktiknya, “Gue masih kosong, masih [blank]. Seperti kertas kosong yang semula gue pandangi sebelum adanya tulisan ini”.

§ 2 Responses to Masih Kertas Kosong

  • aulia says:

    Hmm, punya teman dekat yang bisa dipercaya kan? Coba suruh dia/mereka yang memulainya untukmu. Pura-puranya kamu cuma bantuin ngedit. In my case, usually working for others kadang lebih nyemangatin daripada ngerjain project sendiri, hahaha…

    Anyway, best of luck untuk tahun 2014.😉

    • ibnumaroghi says:

      Ahahaha pretending to help! Cara yang unik nih:mrgreen:

      Okeh, bakal saya coba deh🙂 Makasih sarannya.

      Yang terbaik juga untuk 2014-nya : )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Masih Kertas Kosong at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: