Agama Lain

10 July 2014 § Leave a comment

Mistake wasn’t a mistaken.
Orang mencoba, kadang
berhasil. Tapi sering kali gagal.
Dan keingintahuan membuat
manusia melaju tak terhentikan.

Mengingatnya. Pelajaran untuk hari depan.
Menulisnya. Membuatnya abadi.

Kiri dan kanan,
membaginya. Baik dan buruk, dosa dan pahala.
Sederhana, dijadikan perangkat
bagi yang awam
masa lalu, masa pencerahan.

Agama mungkin namanya. Tidak perlu mufakat
soal sepakat atau tidak.

Tapi lihatlah kini, orang-orang
berpegang pada kitabnya. Memercayai
apa yang dibacanya…dan yang hanya
ingin dibacanya. Pandai, tentu saja.

Mengagungkan diri dan pikirannya
bukanlah bertindak seperti
pandai ilmu. Justrulah ilmu!
Dan ilmulah yang membimbing
manusia…ke tujuan atau ke tempat
yang ia tak ketahui.

Agama baru menjelaskan:
kita hanya berdialektika, mempertegas
keyakinan kita yang sebelumnya
hingga tak ada ragu yang tersisa. Hingga hanya niscaya.

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Agama Lain at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: