Aku Dalam Keabadian

27 November 2014 § Leave a comment

Apa rasanya melihat diri sendiri dari sudutpandang orang lain? Orang lain yang dimaksud bukannya subjek semata, melainkan semacam sudut pandang mahatahu yang tidak mewakili siapa-siapa—melainkan sosok nol. Hal itu menjadi lain dan tentunya mengejutkan. Aneh, memang, tetapi ada rasa yang menggeliat ketika melihat diri sendiri dari luar subjek.

Tengah malam, atau tepatnya dini hari, saat sedang mencari tulisan-tulisan yang berhubungan dengan Goenawan Mohamad untuk bahan tambahan skripsi, gue dikejutkan dengan komentar yang begitu gue kenal. Tulisan yang sedang gue baca adalah ulasan buku Tuhan dan Hal-hal yang Tak Pernah Selesai. Pengulas hanya ingin menyampaikan bahwa tulisan Goenawan di buku itu terlalu menyerupai gaya “Catatan Pinggir”nya, yakni mengutip banyak-banyak paragraf/kalimat/frase/istilah dari buku yang pernah ia baca. Seperti tidak terdapat masalah, tetapi akan terlihat lain jika sebuah kata pun dikutip juga. Itu kiranya yang membuat gue berkunjung ke alamat maya yang sama.

aku dalam keabadian

http://resensiresensi.blogspot.com/2007/11/goenawan-dan-harapan-yang-tak-selesai.html

Komentar yang tidak terlalu berarti, memang. Terkesan hanya ingin pamer bacaan yang tidak semua orang bisa lakukan demi sebuah gagasan dalam penulisan esai, alih-alih ingin menyampaikan respon tentang betapa terganggunya pembaca dengan kutipan-kutipan yang Goenawan jejerkan di badan paragraf. Dengan adanya pujian di akhir komentar, nyata kiranya gue saat itu ingin berucap, “komentar gue ini harus dan butuh direspon, lho!”

Kilasan peristiwa yang aneh, gue rasa. Sebegitu anehnya hingga gue tuliskan dalam blog di saat skripsi gue tinggal menghitung detik. Tetapi itulah, sebesar apapun peristiwa dalam hidup, jika tak tertuliskan, akan hilang. Dan sekecil apapun, jika tertulis, bisa abadi.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”  Pramoedya Ananta Toer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Aku Dalam Keabadian at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: