Mudahnya Bayar Pajak Tahunan STNK di Samsat

12 September 2015 § Leave a comment

Kalian pernah nggak sih bayar pajak tahunan STNK? Atau minimal membayangkan bagaimana proses birokrasi pembayaran pajak di samsat daerah kalian? Pasti belom pernah, ngaku deh!

Ribet. Gitulah…

Tapi sekarang ada SAMSAT DRIVETHRU. Terinspirasi dari pelayanan fastfood dalam memudahkan pengguna ranmor, samsat menghadirkan pelayanan drivethru untuk meminimalisasi tindak-aksi calo. Memudahkan petugas, memudahkan pengendara motor.

image

Seriusan mudah! Pengendara motor hanya tinggal antre layaknya mengisi bensin di pom. Pada saat ikut mengantre, sudah ada sekitar 20an pemotor di depan gue. Nggak sampai semenit, antrean bergerak maju. Duapuluh menitan urusan pajak STNK selesai! Mudah, bukan?

Siapkan berkas-berkas asli macam KTP, SIM C, BPKB, dan STNK yang sudah dilepas dari plastiknya. Serahkan pada petugas di loket pertama, setelah itu akan didata pajak yang harus kita bayarkan hingga tahun depan.

image

Setelah itu kita hanya tinggal maju beberapa meter untuk menuju loket kedua untuk membayar pajaknya, dan langsung diberikan surat pembayaran pajaknya beserta STNK aktif hingga setahun mendatang. Sebegitu saja! Mudah, bukan?

No more calo, no more ribet.

*****

Itulah proses pelayanan bayar pajak tahunan STNK di SAMSAT DRIVETHRU. Sedangkan proses pelayanan kehilangan STNK lain cerita.

Inilah kisah nyata dari gue…

Gue dengan semangat pedjoeang moeda pergi ke samsat pagi-pagi. Dengan bermodalkan motor skutik dan helm favorit, gue menggelandang ke sana. Dua hal itu (selain jaket sporty) adalah hal penting sebagai syarat dari safety ride.

Gue positif antusias menyambut adanya fasilitas drivethru di lingkungan samsat. Syarat yang dibutuhkan gue cek. Sebelom mendapatkan giliran di loket, gue perhatikan apa aja yang dibutuhkan untuk bayar pajak STNK drivethru. Prosesnya nggak serumit pemilu. Jauh lebih simpel.

Saat giliran gue. Berkas gue serahkan semuanya dan,

“Ini mah urus kehilangan STNK. Bukan di sini tempatnya.”

“Loh ga bisa sekalian, Pak?”

“Urus kehilangan STNK di lantai 2 sana.”

Busyet. Dan mimpi buruk gue dimulai dari sini.

Mungkin gue naif, mengira sistem yang baru itu bisa diimplementasikan secara masif. Ternyata hanya pada bagian “bayar pajak tahunan” aja yang bisa dilakukan dengan mudah. Selebihnya adalah neraka.

Gue akhirnya memarkirkan motor di pojok dalam samsat. Berjalan ke gedung utama, terdapat marka, sebuan imbauan, untuk menjauhi calo, yang mana di saat bersamaan justru calo berceceran di sekitar marka tersebut. Gue masuk dan secara subhanalloh lantai 1 banyak betul orang.

“Pada kagak pulkam apa yak.”

Gue tersesat. Begitu banyak antrean di begitu banyak loket membuat gue pusing mau ke mana. Seharusnya, polisi menaruh satu poster besar yang menjelaskan bagaimana proses mengurus surat-surat terkait ranmor secara jelas.

Atau lebih bagus lagi, sistem yang sekarang dirombak besar-besaran agar memudahkan pembayar pajak melunasi kewajibannya.

Ternyata lantai 2 nggak sebanyak orang di lantai 1. Kesamaannya, sama-sama membingungkan orang. Bagi orang yang berlangganan ke mari mungkin biasa saja dengan alur kerjanya. Tapi beda untuk orang awam macam gue yang dengan usholli betul-betul ingin menjadi warga negara yang melakukan kewajibannya sendiri, pasti kebingungan.

Mengurus STNK hilang begitu jauh daripada mudah. Kita akan melihat prosesi tradisional di kala dunia digital sedang ngehits. Paradoks. Hiks…gue tekor pula dibuatnya.

Gue tanyalah pada petugas yang sedang bebas-tugas di dekat tangga.

“Pak saya mau urus kehilangan STNK. Gimana caranya?”

“Udah urus tes fisik motor belum?”

“… ”

“Tes dulu, baru ke mari.”

Gue tes fisik motor dan bayarlah 10ribu untuk biaya pertama. Gue balik ke loket pertama di lantai 2.

Petugas tadi memang bilang harus mengurus tes fisik, tapi nggak beritahu untuk mengurus surat legalisasi tesnya.

“Loh ini udah saya tes fisik motor, Pak,” jawab gue kepada petugas di loket 1 setelah dia menganulir form gue yang kurang lengkap.

“Bapak memang sudah tes fisik, tapi bapak juga harus bikin surat ini (sambil menunjukkan surat legalnya ke gue).”

Dan gue kudu turun lagi ke loket legalisasi tes fisik. Urus berkas dulu, nunggu panggilan dulu. Bayar pemberkasan 30ribu (tapi dikembaliin 20ribu).

Gue naik lagi ke lantai 2 loket 1. Gue kasih berkasnya lengkap, trus ternyata…

“Surat legalnya diisi dulu, Pak,” kata petugas loket 1.

Puasa, guys. Gue kudu jauh lebih sabar. Entah ujung pangkalnya kapan, gue pastinya harus woles. Apalagi ini baru loket 1. Masih ada 7 LOKET LAGI yang kudu gue sambangi. Bah!

“Sekarang kamu ke loket 6 ya, di pojok sana, dekat tangga,” kata Polisi 1 setelah selesai memeriksa surat legal. Gue ke loket 6 yang prosesnya sebentar (bayar 5ribu), lanjut ke loket 7 yang juga sebentar(bayar 10ribu pas serahin berkas dan 20ribu pas kembaliin berkas), dan berakhir di loket 8 yang mana lama banget prosesnya gegara dipotong istirahat (bayar 20ribu sebelum istirahat dan 20ribu pas ambil berkas setelah istirahat).

Istirahat selesai, berkas di loket 8 pun selesai. Gue ke loket 1 lagi untuk urusan finalisasi berkas, sebelum masuk urusan notice pembayaran pajaknya. Urusan di sini jauh lebih lama. Satu jam lebih gue harus menunggu dan pada saatnya dipanggil, gue harus menerima kenyataan bahwa STNK baru dapat diambil di 2 hari berikutnya. Gue bayar 50ribu.

Proses selanjutnya gampang. Kasih tiket bukti di 2 hari berikutnya di loket 1 untuk kemudian diproses notice pembayaran pajak. Notice dialihkan di loket 2 untuk dibayarkan total besarannya. Setelah dibayar, kita hanya menunggu 15menit di loket 3 untuk mendapatkan STNK dan surat bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor yang kita miliki. Beres. Pulang dengan damai.

Prosesnya sebetulnya gampang. Hanya saja instruksi atau informasi untuk pembayar pajak ranmor kurang informatif sehingga pelayanan yang didapatkan kurang maksimal. Ke depannya semoga dapat ditingkatkan lagi.

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mudahnya Bayar Pajak Tahunan STNK di Samsat at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: