Risol Mayo Nice

27 November 2015 § Leave a comment

Kita hidup, seperti risol
yang dioles mayo di bujur tubuh,
hingga punya rasa.

Risol.

Risol bukanlah dirinya, tak lagi sama,
saat saus albino termuntahkan
dari gulungan kroisan setebal 2 mili yang digoreng pada suhu 90°.
Risol tak mungkin mengklaim
dirinya yangdulu. Risol yangdulu
bukanlah yang sekarang. Risol boleh
merasa sama, tapilah akhirnya orang
yang memakannya yang menyematkan identitasnya.

Boleh jadi semua orang adalah risol. Ataulah
tidak ada yang menginginkan menjadi,
hanya sangkal. Tapi toh hidup tak berhenti
pada gigitan risol pertama, kedua.
Pun gigitan akhir bukan jeda panjang
karena ada risol lain yang siap mensubtitusi.

Risol, dulu dan sekarang,
tak perlu dibeda.
Bedaan dari keduanya adalah
warna yang melekat, tepat pada nama
tengahnya.

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Risol Mayo Nice at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: