Backpacker Pulau Pahawang

20 May 2016 § 6 Comments

image

Snorkeling Trip kedua setelah Pulau Tidung.

Pahawang termasuk salah satu spot pemandangan bawah laut favorit. Banyak orang ngomongin pulau ini. Better than Tidung-kah? Let’s see!

Persiapan gue adalah 3 helai T-shirt, 3 celana pendek, sepasang sepatu dan sendal, handuk, sarung, dan perlengkapan mandi yang muat dalam satu ransel. Ga lupa cemilan untuk isengan di jalan.

Perjalanan dimulai di kantor pacar, sekitar Kebon Jeruk. Sekitar setengah 9 ada bus yang ke pelabuhan. Udah penuh walopun masih bisa berdiri. Kepingin naik, tapi keneknya maksa naik. Ragu.  Nah, berhubung slogan gue adalah, “Jangan beli sama orang yang maksa-maksa jualan,” maka gue pun urung masuk bus dan memutuskan untuk menunggu bus berikutnya. Setengah jam berlalu, bus yang ditunggu nggak kunjung datang. Beberapa menit yang serasa sejam lebih, akhirnya bus penuh sesak dari Bekasi datang, memaksa gue duduk di papan yang didesain khusus di atas bangku penumpang paling belakang. Berangkat jam 9 lewat, sampai terminal jam 12.15. Ujung-ujungnya gue nyesel ga naik bus sebelumnya.

Inilah perjalanan kapal feri pertama gue. Gue baru tahu, naik feri ternyata semudah naik Commuter Line. Bahkan lebih mudah (mengingat antrean tiket harian berjaminan di Manggarai selalu bejubel). Juga semurah itu juga. Beli tiket perorangan di loket hanya Rp13.000. Murah.

Harga reguler adalah kelas ekonomi. Kalo mau naik kelas bisnis, tambah Rp10.000. Gue prefer masuk bisnis, ruangannya adem ber-AC. Naik kapal feri 3 jam jadi ga terlalu sumpek. Perjalanan sebenarnya hanya 2 jam, ditambah dengan waktu unloading dan loadingnya aja jadi nambah 1 jam.

Gue belum pernah ke Pahawang. Setelah lihat peta dari google dan perkirakan jaraknya, ternyata Pulau Pahawang jauh bener, bok!

maps pahawang

Lokasi Pulau Pahawang

Pahawang jaraknya sekitar 7 jam dari Pelabuhan Merak. Setelah kapal feri, perjalanan dilanjutkan dengan transportasi darat. Sampai di Bakauheni jam 3 pagi. Mobil Elf berisi 13 kursi penumpang dan seorang sopir sudah menunggu di parkiran.

Sopir Elf ini rupanya tipikal Sopir Lintas Sumatera. Sepanjang jalan ngebut dan nyelip kendaraan di depannya. Di luar waktu istirahat sekitar 15menit untuk solat, perjalanan ke Pelabuhan Ketapang ditempuh selama 3 jam. Selama 3 jam digas terus baru sampe, gimana yang ngendarainnya woles? Ck.

Perhitungan jarak di Pulau Sumatera tidak sama dengan di Jakarta. 20Km di ibukota tidak sama dengan 20Km di Lampung. Di Jakarta, jarak ditentukan dari macet-tidaknya jalan yang dilewati. di Jalan Lintas Sumatera, jalan dihitung dari kondisi aspal. Sebagian besar jalan menuju Pulau Pahawang memang sudah bagus, tapi ada beberapa area yang dilewati berlubang.

Soal ngebut mungkin udah lumrah kalo di jalan lintas sumatera. Yang gue garis bawahi adalah jalan menuju ke checkpoint selanjutnya ini ada jalan berlubangnya dan sang sopir seperti kurang aware, khususnya dengan keselamatan penumpang. Gila cara ngendarainnya. Ajlug-ajlugan. Bahaya.

Catatan untuk sopir elf selain ngebut: sekitar 15Km sebelum sampai dia ngeluh ngantuk. Minta digantiin, coba!? Dikira trip ginian main-main. Ga ada persiapan, ga ada kenek buat cadangan sopir. Parah. Untung Singgih sang Guide bisa nyupir dan berani. Parah bener.

Sesudah Singgih membuat Elf seperti wahana Kora-Kora (gue rada ngeri-ngeri sedep disopirin dia hahahah), kita istirahat terlebih dahulu di rumah warga kontakan Singgih di Pelabuhan Ketapang. Nyarap nasi goreng. Ini makan pertama kita. Setelah itu dilanjutkan dengan kapal tongkang ke Pahawang.

image

Pelabuhan Ketapang tidak terlalu besar, dengan kapal-kapal tongkang yang bersandar untuk transportasi di sekitar pelabuhan. Terdapat beberapa pulau lain yang pintu masuknya melewati Ketapang. Pahawang dan Kelagian termasuk di antaranya.

image

image

Ketapang ke Pulau Pahawang nggak sampai 1 jam. Nggak terlalu jauh ketimbang Angke ke Tidung. Lumayan dekat. Homestay kita di pinggir pantai. Tepat di depan bebatuan pembatas pantai. Kapal tongkangnya pun bersandar di depan rumah.

Rumahnya nyaman. Berisi masing-masing satu ruang tamu dan keluarga, dan sepasang kamar tidur serta kamar mandi. Di belakang terdapat dapur yang disisipi area cuci piring. Homestay yang siap huni ini tergolong lengkap perlengkapannya, walaupun gue harus puas nempatin area ruang keluarga untuk istirahat. Dua kamar untuk 10 cewek, dan gue serta Singgih berbagi kasur tipis. Haha.

Fyi, Pahawang nggak terjamah PLN, loh. Energi utama di sini pakai Panel Tenaga Surya; genset sebagai cadangan. Dengan keterbatasannya, penggunaan listrik pun juga dibatasi. Lampu dan colokan baru aktif jam 6 sore sampai 6 pagi. Selebihnya harus puas dengan powerbank.

Snorkeling
Setelah beberes barang-barang dan ganti kostum, gue langsung caw ke kapal. Cus kita snorkeling-an! Ada dua hal concern gue. Dua hal yang bikin gue khawatir saat berenang: dingin dan tenggelam. Sepertinya kali ini keduanya engga hadir. Garam dan cuaca tropis nyelametin gue. Hari ini aman buat snorkeling.

Di luar itu, ada dua hal yang bikin gue pengen ke Pahawang: lumba-lumba dan nemo. Keduanya bakal gue cari sampe ketemu!

Sejauh yang gue ingat, spot snorkeling yang gue kunjungi sebanyak 4 tempat. Dua di hari ini, dua lagi di esoknya. Dan keempatnya nggak gue ingat nama tempatnya hahaha.

Di spot pertama, gue nggak butuh pemanasan. Langsung nyemplung! Seger! Hahaha

image

image

Sesiangnya, kita istirahat dulu di sisi lain pulau pahawang untuk makan siang pakai nasi boks yang udah disiapin tim homestay. Lauknya seperti yang sudah diduga: ikan. Ini makan kedua. Sebelum melanjutkan ke spot selanjutnya, gue dan pacar keliling sekitar pulau. Viewnya bagus.

IMG_20160514_123500_HDR

image

Setelah itu, pencarian nemo dilanjutkan di spot kedua. Sayangnya, baik di spot pertama dan di sini belum gue temukan ikan lucuk itu. Balik sorenya hampir pulang dengan tangan hampa, kalau aja hasil foto-foto bawah lautnya nggak seperti ini…

image

image

image

Puas snorkeling di hari pertama, kita balik untuk bilas-bilas. Sesampe di homestay, gue ga mungkin bisa langsung mandi. Ga mungkin dengan keberadaan ciwi-ciwi rempong yang sedari berangkat snorkeling udah ngejatahin sendiri urutan pakai kamar mandi. Jelas, gue dapat antrean terakhir.

…nunggu mereka sampai pules ketiduran dengan badan yang masih keasinan sama air laut.

Setelah mandi, kita dapat jatah makan ketiga. Ada telor disambelin, kerupuk, timun, dan udah pasti ikan (yang juga disambelin).

Setelah itu acara bebas aja. Ada yang istirahat di kamar, juga di ruang keluarga dan tamu. Bebas. Yang enggak bebas adalah penggunaan sinyal di sini.

Pahawang hanya ada sinyal Edge untuk paket data. Tiada lebih. Indosat, ataupun Telkomsel sama aja. Dapet E doang. Hanya kadang XL dapat 3G di sana. Axiata lumayan bagus untuk akses internet di sekitar Pahawang, entah kenapa. Jadi, selain hemat baterai, smartphone di sana juga harus hemat sinyal.

Kalo ada sesi makan yang gue suka, barbekyuan adalah yang menurut gue favorit banget. Sedap.

Ikannya enak banget. Kematangannya pas banget, suka dengan tekstur dagingnya yang empuk dan kenyal tapi nggak rapuh. Bumbunya juga nyatu sama aroma laut di tubuh ikannya. Yang paling klimaks adalah bumbu kecap-rawitnya! Gile, pedasnya gue banget! Sebagai pencinta pedas, gue merasa beruntung banget diBBQin ikan dengan sambel kayak gini. Terharu saking enaknya.

Temen-temen yang lain pun ngerasa ketagihan sama ikannya. Terutama sotongnya! Legit. Juara lah bakar-bakaran malamnya! Nagih abis.

Selepas makan ikan bebakaran, rupanya gue nggak inget lagi apa yang gue lakuin di malem itu. Bangun-bangun gue udah berebutan kamar mandi untuk ambil wudhu. Udah pagiii.

image

Suka banget sama pagi di Pahawang. Berasa banget damainya. Seperti jauh dari kebisingan rutinitas pekerjaan, yang sukanya nuntut keburu-buruan agar kerjaannya cepat selesai. Beda banget di sini yang penuh dengan ketenangan jiwa. Layaknya ngecharge kebahagiaan untuk beberapa waktu ke depan. Hahaha

image

Setelah bersih-bersih pagi dan sarapan (makan ketiga), akhirnya kami berkemas. Dari sini, snorkeling ketiga dan keempat dilakukan dengan membawa tas dan perlengkapan kita. Semuanya ditaruh di kapal, tanpa kebasahan. Guaranteed!

image

Akhirnya di spot ketiga inilah gue menemukan ikan nemo. Lucu. Ikannya gesit dan sulit dikejar. Terpaksa ditangkap untuk nantinya cepat-cepat dilepas lagi.

Di spot terakhir, inilah klimaksnya, gue nemu si nemo dan bokapnya! Gile, lucu banget! Girang banget pas mergokin mereka berenang cantik di bawah sana. Hahaha.

image

image

Setelah puas snorkeling (sejujurnya, gue belom puas. kurang! mau lagi!), gue dan pacar bebilasan di pulau kelagian. Dan foto-foto. Setelahnya, balik ke Pelabuhan Ketapang.

image

Sampai Ketapang jam 12 siang. Di sini makan udah di luar tanggungan. Bayar masing-masing.

Perjalanan balik pun sama dengan berangkat, 3 jam sampai Bakauheni, kemudian 3 jam lagi hingga Merak, dan sekitar 4 jam hingga rumah masing-masing. Seharusnya sampai di rumah jam 10-11 malam. Namun ada insiden hingga perjalanan molor hingga 4 jam.

Sang sopir Elf telat. Saat ditelpon sejam kemudian, ia bilang rem blong. Setengah jam kemudian katanya mogok mesinnya. Dan beberapa saat kemudian alasannya berubah: ada urusan keluarga mendadak. Tanpa tanggung jawab, tanpa backup. Saat itu, Singgih udah kasih pembayaran full.

Sopir yang biasa/langganan sedang full hari itu, maka dia rekomendasikan temannya. Dan seperti itulah. Masing-masing orang emang nggak bisa dipukul rata. Temannya orang baik belumlah tentu orang baik juga. Pengalaman seberharga perjalanan kali ini.

Untungnya, singgih nggak lepas tangan. Dia cari lagi carteran hingga pada jam 4 lah kita baru pamit dari Pelabuhan Ketapang. Setelah beli oleh-oleh di jalan dan kemudian naik feri jam setengah 8, kita sampai di Merak jam 11 malam. Sampe rumah jam 3 kurang dikit.

Bagi gue, perjalanan adalah keseluruhan cerita yang gue serap dan rasakan saat pergi ke tempat baru. Memaknai sesuatu yang asing serta berbeda, belajar hal-hal yang tidak kita duga. Semuanya adalah satu paket dalam suatu trip. Gue menikmatinya, gue kepingin seperti itu lagi.

…nagih.

Tagged: , , , , , ,

§ 6 Responses to Backpacker Pulau Pahawang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Backpacker Pulau Pahawang at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: