Tak Lagi Sama

6 June 2016 § Leave a comment

image

Bulan puasa bagi gue terasa sangat spesial tiap tahunnya. Di bulan inilah gue merasa lebih dekat dengan keluarga. Kebersamaan dengan mereka selalu gue tunggu-tunggu. Terutama bersama-sama orangtua.

Tahun ini adalah kali pertama menjalani puasa tanpa kehadiran kedua orangtua. Sakit. Ketika mengingat apa yang tengah terjadi, rasanya mengulang momen-momen kehilangan itu. Di mana gue harus merelakan mereka pergi jauh dari gue.

Mereka adalah idola gue. Sejak kecil, sulit ngelakuin rutinitas harian kecuali melihat bagaimana mereka show off di depan gue. Gue suka baca karena bokap. Gue lumayan supel karena nyokap. Gue suka ngayab kayak bokap. Gue sering bercanda karena nyokap. Gue suka sambel karena pedas adalah favorit bokap. Gue ketagihan sambel karena tiap harinya di meja makan selalu terhidang sambel bikinan nyokap. Kisah hidup gue begitu sempurna.

Ada bokap, gue jadi lebih pengen tahu sesuatu. Ada nyokap, gue jadi lebih ingin berbagi sesuatu. Mereka baik, mereka anugerah. Makanya, bulan puasa adalah momen gue buat ambil sifat baik mereka.

Dan kini, di bulan ramadan yang terasa datang begitu lekas, gue harus berpuasa tanpa mereka. Seperti ada yang lepas dalam hati gue.

Kini, kisah itu tak lagi sama. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tak Lagi Sama at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: