1 Mei

30 April 2017 § Leave a comment

Sesungguhnya, bukan kewajiban memilih mau hidup dalam jebakan kapitalis, pun sosialis. Kapitalis adalah apa; orang-orang tak hirau sebab sudah terbebani dengan hukum alam bulanan.

Dunya ini adalah paradoks dari kisah dongeng yang dinarasikan orangorang golongan 1%, sutradara yang berlindung di balik rumah produksi box office. Kita sekadar pion yang dieluelukan di muka, tapi dikorbankan di belakang. 

Paradoks sebab gaya-hidup dengan tema “sosial” justeru mendengung begitu santer dalam kubu kapitalis. Media sosial, klimber sosial, teman sosial, dan sebagainya, dan sebagainya.

Buruh butuh hidup bersosial. Butuh mendapatkan ribuan doble-tap; rituit; like, sebagai manusia sosial.

Buruh yang menyerikatkan dirinya pun dibuahkan dari dunia kapital. Pada mulanya kapital, lalu tak terima dengan ketidakberdayaannya, akhirnya mendeklarasikan sikapnya jadi sosialis.

Begitu pentingnya keberadaan kapitalis menyadarkan kita: apalah arti buruh tanpa kapitalis.

Advertisements

Tagged: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 1 Mei at B e r s a n t a i S e j e n a k . . ..

meta

%d bloggers like this: